FF Zigzag [Part 2]

zzi

Author             : Mocha

Cast                 : Amber  Liu (Fx) , Henry (Suju-M)

Warning          : typo dimana”, gaje,abal-abal, sangat memalukan, sediakan alat bantu     pernafasan.

dari Posternya kayanya udah pada ketebak kali ya -_-a heheh

Semangat membaca!

.

.

“Hidup bukan tentang seberapa besar kesalahanmu di masa lalu, tapi tentang bagaimana kamu memperbaiki diri dan kuat menjalani hari”

.

Ia berlari, mengejarnya. Mengejar wanita tua itu. Tak peduli lagi ini sudah larut malam. Ia terus mengejarnya, ketempat dimana ia melihat sosok itu lewat dihadapannya. Ia yakin benar bahwa wanita itulah yang menaruh kotak keranjang didepan rumahnya. Deruan nafasnya pun terdengar ngosh-ngoshan (?)

Nihil

Ia tak menemukannya. Dimana wanita itu sekarang, ia terus mencari kesudut-sudut lain. Sekali lagi, upayanya hanya sia-sia. Ia tak dapat menemukannya, wanita tua yang telah membuang harta berharganya. Sosok itu hilang begitu saja bagai dihisap oleh lorong waktu

Usahanya sia-sia. Dia pun kembali pulang kerumah kecilnya

Ia melihat kotak keranjang itu sudah tidak ada lagi. Apa tadi dia hanya berhayal atau sedang mengalami Fatamorgana, tapi ini bukan digurun pasir bukan. Dengan segera ia membuka pintu dan mendapati seorang berperawakan putih tampan sedang membaca sebuah surat. Disampingnya ia melihat sebuah kotak keranjang itu

Segera ia mendekati lelaki yang kemarin malam ia dapati sedang bersembunyi di dalam rumahnya.

Ia langsung mengambil surat yang berada di tangan lelaki tersebut dengan paksa. Lelaki yang bernama Henry itu hanya bisa menatapnya kaget dan bingung. Henry pun memalingkan wajahnya menatap kearah kotak keranjang yang terdapat seorang anak manusia sedang tertidur dengan lelapnya

ku titipkan anakku padamu. Ia bernama Shin yang artinya kepercayaan. Ia lahir pada 20 september 2012. Maafkan saya. Saya memang seorang Ibu yang sangat jahat dan tidak berperikemanusiaan. Saya tidak bisa lagi menghidupinya dan merawatnya. Saya ingin dia hidup tenang dan senang, tapi jika ia bersama saya itu tidak akan mungkin. Tolonglah rawat anak ini dengan baik. Maafkan saya mungkin hidup saya tidak lama lagi. Terimakasih’

Ia terdiam terpaku. Menggenggam surat itu dengan kuat. Ia benci orang seperti ini. Orang yang mudah putus asa dan tega melakukan hal seperti ini. Membuang anaknya sendiri dan pergi begitu saja, tidak menghawatirkan anaknya sedikitpun. Ia mengerti penderitaan wanita itu , ia juga sama, memiliki banyak kepahitan hidup. Tapi ia masih tetap ingin bertahan didunia yang kelam ini. Ia ingin hidup dan mati dengan damai meskipun dalam kesepian. Tidak seperti wanita itu

“apa maksudnya ini ?!”

Ia berbicara sendiri dengan Henry yang menatap lurus dirinya

“aku harus melaporkannya ke polisi “ lanjutnya

‘polisi ? tunggu, aku harus menghindari yang namanya polisi, aku harus mencegahnya, itu harus’ batin Henry

Ia yang bernama Amber kini meremas surat tersebut hingga tak berbentuk lagi. Ia bergegas pergi untuk melaporkan kejadian ini, namun sebuah tangan kekar menahannya. Henry yang menahannya, ia sekarang berdiri tepat didepan Amber

“jangan pergi!”

Amber menatap tajam Henry

“kenapa!”

“percuma kamu melaporkannya ke polisi, apa kamu tahu wajah Ibunya. Dan kalau kamu melaporkannya kepolisi dan tidak menemukan ibunya, maka anak ini akan dibawa kepanti asuhan. Labih baik ia bersama kita saja dulu”

“aku memang tidak tau wajah Ibunya tapi aku ingat pakain yang ia pakai”

Amber mencoba melepaskan tangan Henry

“bagaimana kamu tau ?”

“aku tadi sempat melihatnya berjalan dihadapanku , aku yakin kalau itu ibunya “

“apa kamu tidak memikirkan nasib anak itu. Kasihanilah dia, dia butuh kasih sayang dari seseorang, apa kamu tega membiarkanya berada dipanti asuhan dan suatu hari mendapatkan keluarga angkat yang salah “

Tanpa sengaja, kata-kata Henry itu mengingatkan Amber pada masa lalunya, tapi dengan segera ia membuang kenangan pahit yang dirasakannya itu

Amber mendengus panjang

Ia juga tidak ingin orang lain merasakan penderitaannya. Ia sedikit khawatir anak manusia yang tidak berdosa itu akan merasakan penderitaan yang sama dengannya jika ia melaporkan kepihak yang berwajib. Ia berpikir keras, apa ia bisa merawat anak ini dan juga lelaki itu. Kenapa hidupnya bisa berubah dalam hitungan hari, apa maksudnya ini? Ia tidak mengerti sama sekali

“apa kau mau menerima dirinya dan… aku?”

Amber hanya menutup matanya dengan tangan Henry yang masih menggenggamnya

“untuk saat ini lakukanlah sesukamu dan kau yang akan merawat anak itu”

Henry tersenyum. Dia memang berbakat dalam hal membuat alasan. Tanpa sadar ia memeluk Amber yang terdiam saja, tak tahu apa yang ada dipikirannya sendiri

Henry senang bukan karena ia akan merawat anak itu, tapi ia senang kerena tidak akan berurusan dengan polisi yang merupakan musuh bebuyutannya. Memang terdengar sangat jahat menjadikan anak tak berdosa sebagai alasannya bertahan hidup karena jika ia berurusan dengan polisi maka hidupnya akan habis pada hari itu juga. Ia memang memiliki sedikit sifat munafik

“lepaskan aku “

Amber tidak nyaman diperlakukan seperti itu

“maafkan aku.. Argh..”

Henry melepaskan pelukannya, sambil merasakan perih dibahunya untuk kesekian kalinya. Ia lupa kalau ia memiliki luka tembak dipunggungnya. Ia pun kembali ketempatnya tadi, yang berada disamping anak manusia yang diberi nama Shin oleh ibunya yang sekarang entah berada dimana

“ehm.. bagaimana kalau kita tidur saja “ ajak Henry

“terserahmu” Amber berkata. Ia pun melepaskan jaketnya dan mengambil beberapa bantal yang ia punya

“pakai ini “

Amber memberikan bantal pada Henry

“terimakasih”

Henry meletakan bantalnya ketempat ia akan tidur dengan Amber yang sudah tidur membelakangi dirinya. Henry pun mengelurkan Shin dari keranjang dan menaruhnya di tengah-tengah mereka berdua, meski harus menahan sakit.

Satu hal yang ia tidak tahu, bagaimanakah nasibnya kedepan nanti. Pada awalnya ia hanya berniat bersembunyi untuk beberapa hari kedepan. Tapi dengan kehadiran Shin, untuk sekarang ia bersikap seolah menerima saja keadaan yang mereka alami. Padahal sebenarnya ia bingung apa yang harus ia lakukan pada anak ini nanti, karena Amber seperti belum mau merawat Shin. Ia tidak tahu kapan ia harus pergi, mungkin setelah lukanya sembuh .Entahlah… Henry berfikir jalani saja keadaan sekarang ini, dan juga ia harus berhati-hati agar ia tidak menjumpai beberapa aparat kepolisian yang berada disekitar sini. It’s a Danger !

“aku berjanji akan pergi dari sini setelah luka ini sembuh. Aku harap kamu mau menerima Shin, karena aku tidak bisa membawanya “ itulah kata-kata yang keluar dari mulut Henry sambil terbaring menatap langit-langit rumah

Tak ada sahut-tan dari Amber, sepertinya ia sudah tertidur

.

”Ketika hidup buatmu tanpa kata, sebuah pelukan kan membantumu temukan makna. Karena kadang pelukan mampu berkata yang tak terucap”

.

            Amber terbangun, mendengar suara gelak tawa anak bayi dan seorang lelaki. Ia membuka matanya perlahan. Melihat sekeliling ruangan mencari asal suara, ia pun menoleh kesamping, melihat lelaki tampan yang sedang bermain dengan seorang anak bayi. Lelaki itu sedang menggendong anak tersebut dengan memainkan beberapa lolucon, anak bayi itu hanya bisa tertawa lepas memperhatikan orang dewasa ini. Henry terlihat seperti seorang ayah yang sedang bermain dengan anaknya kesayanganya, padahal mereka baru saja dipertemukan tadi malam. Siapa sih yang tidak akan tergoda bermain dengan bayi yang sangat menggemaskan ini

Amber pun berlahan bangun dengan memegang kepalanya yang pusing , mungkin ia tidak terbiasa bangun pagi kerena sekarang masih menunjukan pukul 9 a.m sedangkan ia terbiasa bangun sekitar jam 12-1 siang

Amber duduk menyilangkan kakinya. Menundukkan dan memijat kepalanya yang pusing. Ia kembali melihat Henry yang sekarang tangah memperhatikannya dengan Shin berada dipangkuannya

“kau tidak apa-apa?” Tanya Henry

Amber hanya diam. Ia belum terbiasa dengan keadaan sekarang yang 180 derajat berbeda dengan kehidupannya dulu. Kini ada 2 lelaki yang berbeda usia masuk dalam kehidupannya yang hampa menjadi lebih berwarna dengan gelak tawa mereka

“kau tidak apa-apa Amber ?” Tanya Henry lagi

“tidak, aku tidak terbiasa dengan kalian”

Amber melihat kearah Shin si bayi mungil yang kini menatapnya bingung dan tiba-tiba raut wajahnya berubah terlihat seperti ingin menangis dan.. ya Shin pun menangis dengan sangat kencang. Apa Shin takut dengan Amber ?

Henry pun yang sekarang berperan sebagai ayahnya segera menenangkan kan Shin

“oek…oek..oek” #maapsuarabayinyaaneh

“cup cup cup. Tenanglah Shin. Nona itu tidak akan memakanmu ko”

“OEK… OEK.. OEK…”

Pada kenyataannya tangisan Shin malah tambah keras. Bingung, Henry pun menaruhnya ditilam dan mencoba mencari-cari sesuatu didalam keranjang , mungkin saja ada mainan. Sayang, tidak ada satupun mainan. Disana hanya ada beberapa pakain , susu beserta botolnya. Henry sangat bingung apa yang harus ia lakukan sekarang

Amber yang terlihat cuek dengan tangisan Shin pun berdiri berjalan mengarah kekotak keranjang Shin yang telah diacak-acak oleh Henry. Ia mengambil susu beserta botolnya

“apa yang akan kamu lakukan ?”

“diam saja, kau tenang kan saja anak itu “

Henry menggaruk-garuk kepalanya dan kembali menenangkan Shin

“ini “ kata Amber dari belakang

Henry pun berbalik menatap Amber dan melihat sesuatu ditangan Amber, itu botol (dot) yang kini telah diisi susu

“oh.. terimakasih, mungkin sepertinya Shin haus. Kamu sangat pengertian sekali Amber “

“Shin?”

“ya, kau tidak tahu namanya. Bukankah kau semalaman membaca surat itu ?”

“entahlah..”

Amber duduk disamping lemari dan menyadarkan dirinya. Ia sungguh tidak terbiasa

Henry pun memberikan botol susu pada Shin yang terlihat kesenangan. Ternyata ia haus. Apa bukan takut dengan Amber ?

“hahaha.. kau haus ternyata Shin”

Henry mengelus pipi cabi Shin dengan lembut dan memegangi botol susunya agar tidak terjatuh. Sikap ini tulus dari dirinya bukan karena sikap munafiknya, entah kenapa ia bisa seperti ini. Sekali pun ia tidak pernah berpikir untuk mempunyai anak atau pun merawatnya, tapi sekarang berbeda. Rasa sebagai orang tua pun muncul dalam dirinya

Amber memperhatikan mereka ‘terlihat seperti ayah dan anak‘ batinnya

“oh ya, ehm Amber”

Pandangan Amber mengarah ke Henry yang memanggilnya

“begini.. aku tidak bisa memandikannya kerena aku masih merasa nyeri ketika menggendongnya. Apakah kamu bisa memandikannya ?”

Amber diam sesaat

“ya” jawabnya singkat

“ehm.. dan satu lagi, begini sebenarnya aku tidak bisa mandi dari kemarin karena luka dipunggungku ini dan juga kerena tidak memiliki beberapa pakaian dan ehm.. pakaian dalam. Tidak mungkin kan aku memaikain dalam mu “

“… aku akan mencarikan pakain untuk mu”

Amber beranjak mengambil jaketnya dan bergegas pergi, untung saja diluar sana terik matahari tidak begitu menyengat

“maafkan aku merepotkanmu”

Awalnya Amber berkata pada Henry ketika ia ingin tinggal dirumah ini, maka ia tidak akan mengusik atau mengganggunya. Dan pada kenyataannya, Henry begitu merepotkan Amber juga sejak kehadiran Shin yang munyusahkan Amber. Tapi Amber hanya diam dan sedikit memperlihatkan kekesalannya, namun tak ada kata yang keluar dari mulut Amber untuk mengusir dirinya dan Shin. Henry tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran Amber

Tak lama, Amber kembali membawa beberapa pakaian yang ia dapat di pembuangan pakaian (?) dan pakaian ehm dalam yang baru ia beli. Ia memberikan pada Henry yang masih saja asik bermain dengan Shin dan satu lagi ternyata Amber membelikan makanan Khusus bayi karena Shin hanya di berikan susu saja

Sebelum ia memandikan Shin ia terlabih dahulu memasak mie untuk sarapannya dengan Henry. Setelah itu memandikan Shin tapi ini sangat sulit bagi Amber kerena Shin selalu menangis ketika melihatnya. Karena itu ia memutuskan untuk meng-sekanya (memandikan dengan menglapkan Air hangat di tubuh bayi) saja meskipun Shin masih saja menangis. Amber sekarang terlihat seperti ibu rumah tangga, tapi ia tak pernah tersenyum ketika menatap Shin. Henry yang melihat sisi keibuan Amber pun tersenyum melihatnya

Seharian meraka sibuk mengurus Shin yang ternyata cukup rewel apalagi jika berhadapan dengan Amber, mungkin Shin tahu apa yang dirasakan oleh Amber yaitu sebuah penderitaan, oleh itu Shin terus menangis jika bersamanya. Maybe ?

.

”Tuhan tidak pernah membiarkan hambanya terlarut dalam kesedihan, pasti ada rencana indah untuk membayar semua air mata”

.

            Sekarang Amber sedang bekerja. Melayani para pembeli meskipun tidak begitu ramah. Takkala ia melirik kearah TV. Ia penasaran dengan berita yang sekarang disiarkan

selamat malam permirsa. Kali ini Breaking News akan melaporakan sebuah kasus bunuh diri seorang wanita yang menceburkan dirinya ke sungai Han pada dini hari kemarin, dan sekitar pukul 11 p.m mayatnya ditemukan. Ia menggunakan sebuah mantel pink. Diduga ia mengalami stress berat. Menurut para saksi yang melihat, ia begitu terburu-buru dan membawa kotak keranjang yang tidak diketahui keberadaannya sekarang…”

Amber terdiam menyaksikan berita tersebut. Bukankah wanita itu yang ia lihat kemarin malam. Kenyataan benar, wanita itulah ibu Shin. Tapi sekarang wanita itu sudah tiada, bagaimana nasib Shin nanti ?

Amber benar-benar tak habis pikir. Sungguh putus asa sekalikah wanita itu. Amber melamun tak sadar sang penjaga selanjutnya sudah datang , penjaga itu kini mendapati Amber telah berdiri melamun menatap kosong kearah dinding

“permisi nona.. apa kau melamun”

Ia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Amber

“heh” Amber tersadar

“kau baik-baik saja ?”

“ya” jawab Amber singkat

Setelah mengetahui penjaga kasir selanjutnya sudah datang. Amber bergegas pulang , menyiapkan dirinya untuk pergi dari tempat kerjanya

“saya permisi dulu”

Amber berkata dengan membungkukkan badannya, ia terlihat terburu-buru

“tunggu dulu “

“hm”

Amber menatapnya

“dari dulu aku ingin sakali tahu namamu. Kita belum sakali pun berkenalan. Namaku Kim Kibum tapi kau bisa memanggil ku Key”

“.. namaku Amber. Maaf aku harus pulang “

Amber begegas pergi

“ah.. padahal aku sudah bekerja disini sekitar 3 bulan tapi ia tidak pernah memperkenalkan dirinya dan hanya mengatakan ‘saya permisi dulu’. Ingin sekali aku mengenalnya lebih dekat. Ia begitu tertutup. Tapi itu yang menarik dari dirinya” key bercerita pada dirinya sendiri. Ia memang sudah tertarik dengan Amber sejak dulu

.

.

Amber berjalan begitu terburu-buru. Ia masih kepikiran berita tadi. Ia terlihat sangat prustasi sekarang. Karena itu ia memutuskan untuk menenangkan diri  dengan minum beberapa soju.

‘apa aku bisa merawat anak itu? Dan juga lelaki itu, sampai kapan ia akan tinggal bersamaku dan aku sama sekali tidak tahu seluk berluk lelaki itu. Argh..’

Diperjalanan ia tidak begitu memperhatikan sekitar karena ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Ketika ia ingin menyebrang jalan ia tak melihat ada sebuah mobil yang melaju kearahnya

Cittt…

Suara ban mobil yang di rem mendadak.

Untung saja nyawanya tertolong , kerena sang pengemudi cepat-cepat menghenti Mobil mewahnya. Kerena tidak terima, sang pengemudi pun keluar dari mobilnya menghampiri Amber yang masih belum sadar kalau nyawanya hampir saja melayang

“apa kau tidak punya mata hah! Kalau jalan itu lihat lihat bego, hampir saja mobilku lecet karena menabarkamu!”

“maafkan aku “

Amber berlalu meninggalkan pengemudi yang terlihat sangat kesal itu

“apa-apa orang itu, apa ia tidak tahu tadi ia telah berhadapan dengan Artis terkenal sejagatraya dunia. Siapa sih yang tidak mengenalku ‘Kris Wu’ repper paling terkenal. Huh dia malah berlalu begitu saja seperti tak mengenalku ! dasar norak !” kesalnya dan membanggakan dirinya sendiri -_-“

.

”Lebih baik kamu mengubah hidupmu, sebelum hidupmu mengubahmu”

.

”kemana Amber, ini sudah jam 1 lewat. Tapi ko ia belum pulang juga. Apa ia tidak sadar ia seorang wanita “

Henry mengomel sendiri dan Shin yang sudah tertidur, untung saja ia bukan tipe anak yang menyusahkan pada malam hari (?). Henry terlihat Khawatir kerena Amber belum juga pulang, meskipun mereka baru saling mengenal. Bagaimana pun juga Amber adalah seorang wanita.

Tak lama kemudian . terdengar bunyi gedoran pintu. Henry pun bergegas membukanya ternyata itu Amber yang Ehm.. terlihat seperti orang mabuk. Amber langsung masuk kedalam dengan Henry yang menatapnya khawatir dan bingung dengan sikap Amber yang berjalan sempoyongan ‘ ia terlihat seperti orang mabuk. Apa iya habis minum ?’ pikir Henry

Dengan segera Amber melepas jaketnya dan membuangnya kesembarang tempat. Ia membuka beberapa kancing bajunya kerena ia merasa panas sekarang

Bruk..!!

Amber terjatuh kerena tersandung kakinya sendiri

“Kenchana?”

Dengan cepat Henry menolong Amber yang tidak mengeluarkan sepatah kata pun ,mengerang kesakitan saja pun tidak. Henry menuntun Amber untuk beranjak ketempat tidur yang ada Shin disana. Henry masih saja merasa nyeri di bahunya. Ia pun meletakkan Amber dan merebahkannya. Benar saja ia mabuk, Henry mencium bau soju pada diri Amber. Henry menatap Amber, sekarang ia tengah tinggal bersama wanita tampan ini dan juga Shin

Henry melirik kearah baju Amber yang sedikit terbuka itu

Ia menelan ludah

Ada sesuatu yang bergejolak didalam dirinya. Perlahan ia lebih mendekatkan wajahnya kewajah Amber, ia mantap lekat-lekat wanita ini ‘ia akan terlihat manis jika dipoles sedikit’ pikirnya

Nafsu lelakinya pun keluar takkala ia kembali mendekati wajah Amber. Ia menelan ludah lagi

Semakin dekat dan hanya tinggal beberapa senti lagi agar bibirnya bisa menyatu dengan bibir Amber yang pikir Henry terlihat cantik malam ini

“oek.. oek.. oek..” Shin menangis

Henry pun tersadar dari pikiran bejatnya. Ia pun bergegas untuk menenangkan Shin. Namun sebuah tangan kini tengah menahannya. Itu tangan Amber, ia melihat matanya yang terbuka lebar. Amber terbangun, apa ia tahu apa yang tadi akan dilakukan Henry pada dirinya

“tetaplah bersamaku !”

Amber berucap, tapi ternyata ia masih di kuasi oleh alkohol yang terdapat di minuman Soju

“heh” Henry kaget mendengar kata- kata Amber

Dengan cepat Amber mendekatkan wajahnya ke wajah Henry

tak ada lagi jarak diantara mereka. Mereka tidak memperdulikan tangisan Shin

……………TBC.…………

Maafkan saya kalau ceritanya membosankan dan mengecewakan #Gomen

jangan lupa RLC ya. saya butuh kritik dan saran dari kalian ^^

emm,, mau di lanjut ga ini eepnya?

Iklan

18 pemikiran pada “FF Zigzag [Part 2]

  1. Aisa Shou

    waa.. apa itu??
    ada Kris sama Key..
    HenBer tidakk.. ingat d’sana ada Shin!

    FFx makin keren, buruan lanjutin! penasaran Nich..

  2. ocha kkimajoliu

    woww… Apaan tuh yg di lakuin henber?? Keluar smua pasangan amber, ada key, kris, henry. Ayooo… Jgn2 nnti ada yg galau milih pasangan??

  3. Eaaaa muncul noh saingannya si mochi, si duo laik a jisix *nyanyi*
    Waaaah makin seru nih ceritanyaaa XD
    Itu mreka mau ngapain woy? Dasar, ada baby lagi oek oek juga!

    Oke lanjuuuut!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s