[FF] Satellite Boy x Girl [Part 2]

jg

Author : Mocha

Cast     : Heechul (Suju) ,Amber (f(x))

Genre   :Romance, Humor (?)

Rating  : sedikit melenceng ke Nc

Warning  : abal-abal, gaje, amatiran, typo dimana-mana, sediakan alat bantu pernafasan, hati-hati membacanya, anak kecil dilarang baca

Cuap-cuap author: sebenarnya saya ga terlalu pede untuk meposting ini eep. Mungki karena ceritanya gaje dan ada bahasa yang mungkin para pembaca tidak mengerti. Maap yang itu kalo aneh dan tidak dimengerti habisnya sudah mentok diotak. Juga disini saya make uang Indonesia coz me ga tau tentang nilai uang korea #gomen. Satu lagi, anggap aja rambutnya heechul disini berwarna perak

Semangat membaca!^^

Part 1

.

…….Boy x Girl……..

HEECHUL

 

“ikut aku” ajakku padanya yang sedang terduduk dijalan. Mau tidak mau aku meladeni orang ini. Tapi aku hanya membawa uang 20 ribu. Sungguh nasibku yang tragis, sudah hutang dimana-mana dan harus bertemu dengan orang ini, si manusia aneh. Kami pun menyusuri jalan-jalan yang sama sekali tidak kukenali. Bisa-bisanya kami tersesat ketempat ini

“ya~ apa kau tidak mempunyai handphone” tanyanya dibelakangku

“tidak” jawabku singkat sambil terus berjalan

“apa segitu miskinnya kau sampai tidak mempunyai handphone” ucapnya merendahkanku

“jaga omonganmu bodoh”

“memang kenyataannya seperti itu kan”

“memang aku miskin dan dipenuhi utang-utang. Puas kau “

dia itu selalu membuatku kesal dengan kata-katanya. Aku pun berbalik kearahnya . Loh! Mana dia ? bukannya baru saja aku berbicara dengannya. Kenapa hilang begitu saja. Aku pun melihat-lihat sekeliling tempat ini

Itu dia. Sedang memasang wajah bodoh sambil berdiri didepan sebuah restoran itali. Aku segera menghampirinya

“sedang apa kau bodoh “

“aku mau itu “ tunjuknya pada seseorang yang sedang memakan sephagetti

“jangan harap aku mau membelikannya. Ayo pergi!”

“tapi aku mau itu” tunjuknya lagi

“emang aku berak duit apa! Uangku tidak cukup untuk membeli makanan itu. Ayo!”

Aku menarik kerah bajunya dibelakang dengan dia yang seperti menahan diri agar bisa masuk kedalam restoran itali itu. Dengan kuat aku pun terus menariknya semakin menjauh dari restoran tersebut Ia pun pasrah. Jinak – jinak ya bodoh

…….Boy x Girl……..

Akhirnya ketemu juga minimarket. Aku segera masuk untuk membeli makanan murah. Aku menyuruh si bodoh itu untuk menunggu diluar saja dan memegangi tasku. Jangan Tanya tas seperti apa -_-

“nih “ Aku memberinya mie cup noodle yang sudah diberi air panas

“Thankyou, nih tas mu” ia memberi tasku

Kami pun memakan mie didepan minimarket sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang dan tak ada satupun dari mereka yang kukenal. Ini dimana sih ?

“ah.. kenyang. Minumnya mana?” tanyanya sambil mengelap mulutnya yang terdapat sisa mie lalu memakannya. Jorok sekali

“ga ada” jawabku santai

“ya! Masa ga ada, gimana aku mau minum”

“minum tuh air peceran!” kataku sembarangan

“dasar banci bodoh!” ia mengataiku sambil berdiri dan berjalan masuk kedalam minimarket. Mau nagapain dia ? mencurigakan

Tak lama berselang. Ia keluar dengan membawa 2 botol minuman dan sebuah bungkusan dikedua tangannya, ia berlari cepat kearahku. Pirasatku memang benar. Dia memang memiliki bakat-bakat seorang pencuri

“yak bawa ini. Cepat !” ia Memberikan barang-barang curiannya padaku lalu pergi begitu saja dengan kencang

“hya pencuri!” teriak orang dibelakang sana

Reflek aku berdiri dan langsung berlari mengukutinya. Aku melirik kebelakang O.O

Banyak sekali yang mengejar, karena itu aku semakin mempercepat lariku melewatinya meskipun membawa barang yang bayak, 2 botol, sebuah bungkusan dan tasku sendiri. Aku pun masuk kesebuah gang kecil. Aku berhenti untuk menunggunya, mana dia ? lambat sekali. Kemudian aku mendengar suara kaki berlari. Itu pasti dia. Setelah ia melewati depan gang aku pun menariknya dengan masih memegang botol dan membawanya lari lagi kadalam gang kecil ini

Mereka masih saja mengejar kami

Aku melihat ada sebuah jalan sempit dan memutuskan untuk bersembunyi disitu. Sangking sempitnya aku dan dia saling berdempetan

“hosh hosh” lelahku

“e`   e`    e`”

dia kenapa ?

“wae ?” tanyaku padanya

“aku e’ cegukan”

“hah? Ya Ampun. Bagaimana ini? Nanti bisa ketahuan”ucapku padanya yang terus saja cegukan

Aku pun mendengar suara langkah kaki beberapa orang mendekati tempat kami. Untuk tidak katahuan bersembunyi harus tidak mengeluarkan suara. Tapi, ia terus-terusan cegukan dan suara cegukannya itu cukup nyaring. Bagaimana caranya agar ia bisa berhenti cegukan

”e`    e`    e` “ dia masih saja cegukan

Mereka yang mengejar kami terus mendekat. Mau tidak mau hanya cara inilah yang bisa kulakuakan agar ia bisa berhenti cegukan. Tanganku juga penuh dengan barang curiannya

Cup

Aku menempelkan bibirku pada bibirnya. Ini satu-satunya cara yang bisa kulakukan. Reflek ia memegang pinggangku dan membelalakan matanya. Mungkin ia kaget dan hanya diam saja. Memberontak pun tidak, mungkin ia tahu situasi sekarang

Tak lama kemudia, suara diluar sana tidak terdengar lagi. Tidak ada suara ribut-ribut lagi. Tapi kami tidak melepaskan ciuman mendadak ini. Aku merasa ingin menciumnya dalam dan dalam lagi. Perlahan aku melumat bibirnya. Responnya, ia hanya menutup mata. Apa juga ia terbawa suasana. Lebih baik kulanjutkan saja.

Semakin lama semakin dalam. Ini aneh, kenapa ia membalasnya. Aku semakin ingin lagi dan menjatuhkan semua barang yang penuh ditanganku. Aku memagang pinggangnya agar lebih dekat lagi dengan tanganku memegang wajahnya agar lebih dalam

1 menit berlangsung. Ia sadar dan mendorongku mengenai beton. Aku tidak habis pikir apa yang tadi kulakukan padanya. Ini pertama kali aku berciuman sedalam ini

Ia pergi. Aku segera menyusulnya dengan itu aku keluar dari jalan sempit ini setelah mengambil barang-barang yang kujatuhkan. Tapi di sepanjang jalanan sepi. Tak ada satu pun orang yang berlalu lalang. Dimana dia sekarang. Disini pun tidak ada restoran. Apa jangan-jangan dia di culik elien, mungkin saja ia di ambil oleh piring terbang dan dibawa kebulan untuk dijadikan santapan. Tapi itu tidak mungkin!

Aku mencari-carinya yang kulihat sekarang hanyalah ada sebuah jalanan yang sedang diperbaiki dan ada sebuah lubang disana

“hey bodoh! Dimana kau ?” teriakku mencarinya bagaimana bisa dia hilang

“bodoh hoi bodoh !” aku mencari-carinya berjalan sekeliling jalan

“yak! Jangan panggila aku bodoh!”

Ehh suara siapa itu ? ada suara tapi tak ada orangnya. Jangan-jangan itu..

“ha! Sedang apa kau disitu, ya tuhan”

“bantu aku keluar, disini kotor sekali”

“kau bodoh sekali. Pake cara masuk kelubang, apa kau tidak lihat ini tanda “ tunjukku pada sebuah pentunjuk peringatan

“ini semua karena mu. Gara-gara kau menciumku tadi aku jadi tidak konsen dijalan”

cit cit cit

Tiba-tiba sunyi sesaat

“baiklah-baikalah ulurkan tanganmu “

Ia mengulurkan tangannya, aku pun membantunya untuk keluar dari lubang ini. Huh susah, dia berat sekali keberatan dosa kali, butuh usaha dan doa untuk mengeluarkannya sampai-sampai aku tersungkur dan terduduk diaspal

“oh my god! Pakaian ku kotor” ucapnya

Mataku membulat melihatnya. Sebagian badannya menjadi berwarna hitam. Entah apa yang ada di lubang sana sampai-sampai ia bisa sekotor itu. Aku tertawa melihatnya

“hahaha.. lihatlah dirimu sangat lucu, hitam lagi huahaha.. “ ejekku

“jangan mentertawakanku banci!”

“HUAHAHA…” tawaku semakin meledak, aku sungguh tidak tahan untuk mentertawainya. Tak terima ia ku tertawakan. Dia menghampiriku, aku pun langsung mundur kebelakang takut terkena kotoran yang melekat ditubuhnya

“baiklah-baiklah. Jangan marah. Oke!” aku mencoba mendamai

“kalau begitu bantu aku membersihkan ini “ pintanya sambil menunjuk pada pakaiannya yang sangat kotor

“ya ya ya “

Aku mencoba berdiri. Mataku pun tertuju pada sebuah taman yang terdapat keran air disana. Untung sekali. Aku langsung mengajaknya untuk pergi ketaman itu, disana tidak terlihat seorang pun. Daerah ini sungguh sepi. Sesampainya ditaman. Aku segera mengambil sebuah selang, mungkin digunakan untuk menyiram bunga di taman ini. Aku memasukkan selangnya kedalam mulut keran air

“sini “ suruhku padanya yang sedang memperhatikan sekeliling taman yang cukup sejuk

“apa ?”

“mau bersih tidak ?!”

“iya iya” ia berjalan mendekatiku yang sudah siap memegang selang untuk membersihkannya.

“yak kenapa mengagetkanku” kagetnya karena aku menyiramnya tanpa aba-aba

“sorry”ucapku. Aku pun terus menyiramnya atau bisa dibilang memandikannya. Setiap saat selalu saja protes ini itu, airnya kedinginanlah, cara menyiramnya salah lah. Tidak ada terimakasihnya sama sekali padaku yang sudah berbaik hati padanya

“nah sudah “ kataku setelah selasai membersihkannya, sekarang dia sudah kinclong “ tapi apa kau mau terus berjalan dengan pakaian basah itu “ lanjutku lagi melihat kearah dirinya

“jadi seperti apa dong ?” tanyanya balik

“kau jemur saja dulu baju itu disini dan..” Aku memeriksa tasku dan mengeluarkan sesuatu “pakai ini saja dulu !” lanjutku lagi

“hah tapi itu kan baju wanita ?“

“kau kan wanita ?“

“lah, baju itu juga kan baju kau pake semalam. Bukannya sudah kurobek ya atasnya”

“dibalikkan bisa”

“maksudnya?”

“ya dibalik, baju ini kan bisa dipakai depan belakang. Mau pake tidak, kalo ga mau yasudah. Aku deluannya dah” aku seolah berjalan meninggalkannya dan melampaikan tangan

“ya~ya~ tunggu. Baiklah-baiklah, berikan padaku” ia menahanku pergi. Aku pun memberikan baju itu padanya. Dari pada masuk angin karena berjalan memakai baju basah itu lebih baik memakai bajuku yang robek, aku ini sangat cerdas dan baikkan

“gantinya dimana ?”

“tuh disitu ada toilet umum. Sana” aku menunjuk pada sebuah toilet umum yang ada di taman ini juga.

2 menit kemudian #jengjengjeng

Dia keluar dari toilet yang jaraknya tidak jauh dariku. Ia keluar dengan menggunakan pakaian yang kugunkan semalam. Aku melihatnya dari atas sampai bawah dan menyimpulkan bahwa ia memang tidak pantas memakai baju wanita. lihatlah dia sungguh aneh sekali. Rambut pendek, wajahnya yang tampan, baju terusan yang ketat nan sekseh serta dadanya yang kecil itu. Tapi dia manis!

“kau aneh sekali “ ucapku menghampirinya yang sedang memasang wajah bête

“ini “ ia tidak menghiraukan ucapanku dan memberikan pakaian basahnya padaku

Aku mengabsen pakainnya. Ada celana, baju, dan..

“sempakdan bhnya mana ?” Tanya ku memasang wajah polos

“bego!” ia menjitak kepalaku dengan keras. Ia pun meninggalkanku menuju ayunan dan langsung duduk disitu. Yang membuatku tercengang adalah punggunya itu yang ternyata sangat indah. Putih mulus dan bersih sehingga aku ingin menyentuh, membelai dan mengelus punggungnya itu. Tunggu! Kenapa aku jadi berpikiran mesum begini. Sadarlah Heechul dia itu tidak bisa dikategorikan sebagai wanita

Dari pada aku berpikiran mesum atas dirinya. Aku memutuskan untuk menjemur bajunya di tempat berputar-putar, apasih itu namanya ? aku tidak tahu pokoknya yang buat main putar-putarlah. Setelah menjemur aku menghampirinya yang sedang mengayun-ayunkan dirinya pelan. Aku tidak kuat melihat punggungnya itu. Aku pun mendekatinya lalu berdiri dibelakangnya

“yak! Apa yang kau lakukan “

Jangan berpikir yang macam-macam. Aku hanya berniat mengikat bagian yang robek itu agar punggungnya tidak terexpose orang banyak dan membuat mereka nafsu. Bagaimana pun juga dia seorang wanita meskipun tidak bisa dibilang seperti itu

“diam saja, nah sudah selesai “

Ia meraba-raba punggungnya

“kau mengikatnya ?” tanyanya padaku yang sudah terduduk di ayunan sampingnya

“ya “

“oh”

Sunyi senyap. Tak ada satupun yang mengeluarkan sepatah kata, aku pun malas berbicara padanya

“pakainku kapan keringnya “ Tanyanya membuka sesi pembicaraan

“entahlah tunggu saja “

“aku paling benci menunggu tau”

“aku tau “ ucapku sembarang

“main yo” ajaknya

“ogah”

“ayolah “

“males. Main saja sendiri sana “ tolakku

“iss dasar banci!”

“sekali lagi kau mengataiku banci akan ku hajar kau!”

“nah hajar nah. Aku tidak takut sama kamu banci “ Ia memasang wajah songong sambil berdiri. Anak ini memang minta dihajar ya

Aku pun juga langsung berdiri dan dia sudah beraba-aba untuk lari. Kalau sampai mendapatkannya akan kuhajar habis-habisan. Aku langsung mengejarnya sekuat tenaga

“akan ku dapatkan kamu wanita bodoh “ teriakku masih dengan mengejarnya. Pokoknya aku harus mendapatkannya

1 menit

Aku terus mengejarnya namun tak juga mendapatkannya, ternyata ia cukup lincah juga tapi aku tidak akan menyerah

5 menit

Akhirnya aku bisa mendapatkannya juga. Setelah menangkapnya dari belakang aku langsung mengangkatnya dan melakukan trik karate dengan menjatuhkannya ketanah dengan sangat lembut

“Arghh!!” erangnya kesakitan

“rasakan! Makanya jangan berani-berani bermain denganku” banggaku yang berdiri tepat didepannya. Sekarang aku yang menang

“iss dasar! Rasakan juga ini”

“Arghh! Anu ku!” teriakku kesakitan karena dia menendang masa depanku. Bagaimana jadinya kalau aku tidak bisa punya anak nanti

“rasakan !!” ucapnya sambil mencoba berdiri

“kau..! awas saja kau “ kataku masih memegang anuku yang terasa sangat sakit

Dia kembali berlari. Aku pun juga kembali mengejarnya

.

.

Sekian lama saling mengejar aku memutuskan untuk tidak mengejarnya lagi. Ini sungguh melelahkan. Aku memutuskan untuk duduk beristirahat ditanah dan kulihat dia juga begitu, malahan dia terbaring ditanah

“huh cape” ucapnya sambil mengelap keringatnya di kepala

“jangan tidur disitu bodoh! Kotor tau !”

“biarin, apa pedulimu”

“huh!” kesalku. Kulihat ia beranjak untuk duduk mungkin ia menuruti kata-kataku. Aku pun melihat tubuh bagian belakangnya, tuh kan kotor. Segera aku membersihkannya

“yak! Jangan pegang-pegang iss” ia menendangku

“ditolongin juga”

“ga butuh! Huh”Ia berdiri mengambil bajunya yang dijemur. Mungkin sudah kering. Untuk menunggunya aku memilih untuk bermain ayunan saja

“nih” ia memberikan pakaian yang dipakainya tadi tepat didepan wajahku hingga aku kaget

“heh, cepat sekali”

“ngapain lama-lama”

“terimakasihnya mana?”

“sama-sama”

Dasar orang ini. Ingin sekali aku menjitak kepalanya. Rasa terimakasih itu tidak ada dalam diri

“makanan dan minumannya mana?” tanyanya

“di.. situ “ aku menunjuk kearah lungsuran (?). Hampir saja aku lupa dengan makanan yang dicurinya

“ambil, aku lapar” suruhnya dengan melipat kedua tangannya

“ambil sendiri. Aku bukan pembantumu “ tolakku mentah-mentah. Enak saja menyuruhku seperti itu

“dasar pelit!” ia pun pergi untuk mengambilnya

“huh! Panas sekali. Ini jam berapa sih ?” Tanyanya setelah kembali mengambil botol minuman dan makanan. Dengan pertanyaannya itu aku langsung melihat kearah pergelangan tanganku untuk melihat jam berapa sekarang

“bodoh! Kau tidak memakai jam!”

“oh iya, hehe” aku lupa ternyata aku tidak memakai jam tangan sekarang. Terus buat apa dia bertanya padaku?

“bodoh”umpatnya

Aku juga penasaran ini jam berapa. Aku pun menatap kelangit melihat posisi matahari sekarang yang tepat berada di atas kepala kami

“sekarang jam 12” ucapku pasti

“bagaimana kau tau ?”

“lihat arah matahari “ tunjukku keatas

“ah silau “ ia menutup matanya. Masa segitu saja silau sih

Bodo amat deh. Mending ku tinggal saja ini orang. Bye Bye

“hya mau kemana “ ia mengejarku

“kehatimu. Ya mau jalanlah, mencari sebuah jawaban kalau kita ini berada dimana “ ucapku sok bijak

“benar juga “ setujunya

Aku dan dia pun meneruskan perjalanan yang hanya mengikuti arah angin

30 menit..

1 jam..

2 jam..

“yak kenapa kita dari tadi mutar-mutar saja “ protesnya. Apa ia tidak tau kalo aku juga stress menentukan jalan mana akan kami lewati

“aku juga tidak tau” jawabku pasrah

“bego!” ia berjalan melewatiku seolah dia lebih tahu jalan mana yang akan dilewati. Biarlah , sesukanya saja

Jalan….. jalan…… jalan…..

Bruk

“aww”

Aku terjatuh karena menabrak dirinya yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan. Ia seperti memperhatikan sesuatu yang menarik baginya, aku pun mencoba berdiri mengahampirinya “ada apa ?” tanyaku kepo

“itu..” ia menujuk kerah sebuah sekolahan yang disana ada sebuah tulisan

“sekolah dasar 48 Seocho-gu” aku membaca tulisan yang ada disana

Soucho-gu?

Soucho-gu…

Itu kan.. mari kutunjukan petanya

cats

Bagaimana bisa kami kesasar sampai kesini. Butuh berapa jam kami untuk kembali ke gangnam. Oh Hidupku..

“soucho-gu ? apa kau tau itu dimana?” Tanya padaku

“soucho-gu itu berada tidak jauh dari gangnam dan bla bla bla….”

“heh? Jauh sekali itu. Sedangkan rumahku berada di gwanji-gu “

“itu mah masih mending, rumahku berada di gangdong gu” kataku

anigif

Awalnya kami berada digangnam dan Sekarang kami berada di soucho-gu daerah yang sama sekali tak kami kenali. Sedangkan rumahku berada di Gangdong-gu dan rumahnya berada di Gwanji-gu. Bagaimana kami pulang! kendaraan dan uang pun kami tidak punya. Apa kami akan terus berjalan ? aku sangat prustasi

“nasibku.. “ kami mengucapkan kata-kata itu bersamaan secara

“baiklah. Untuk saat ini kita harus bekerja sama untuk bisa pulang kerumah masing-masing. Bagaimana ?” ia memberi sebuah tawaran yang cukup baik. Memang kami harus berkerja sama sekarang. Bagaimana pun juga kami harus pulang

“oke” aku menerima tawarannya. Kami pun berhighfive ria

…….Boy x Girl……..

AMBER

“aku cape. Berhentilah sebentar” pintaku padanya aku benar-benar lelah terus berjalan seharian ini. juga ini sudah malam dan kami terus berjalan tak tentu arah

“……”

Ia sama sekali tidak menghiraukanku. Apa ia tidak tahu kalau aku lelah sekali. Ia terus berjalan dan aku memilih untuk diam ditempat beristirahat sebentar, seketika itu juga sebuah ide terlintas di otakku. Aku pun berlari mengejarnya

Plug

Aku secara cepat menaiki punggungnya  dan memeluk lehernya. Ia kaget dan hampir saja jatuh

“hoi! apa yang kau lakukan.turun!”

“tidak mau”

“turun tidak “

“tidak”

“kalo ga mau…”

Belum selesai ia berbicara. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya

“iss hujan lagi!” kesalnya

Ia pun berlari sambil menggendongku. Usahaku ternyata berhasil ia membawaku menepi didepan toko yang sudah tutup “turun. Kau bisa istirahat disini” perintahnya

“baiklah “ aku langsung turun dari punggungnya. Rasanya aku kok senang sekali digendongnya

“ah aku lapar “ katanya sambil mengeluarkan makanan yang dibawanya sedari tadi

“aku juga “ ucapku setuju dengan kata-katanya

“tapi tidak ada air panas. Bagaimana ini ?

“pake air hujan saja “ ucapku asal

“bodoh!” ia menjitak kepalaku untuk kesekian kalinya. Benjol-benjol deh ini kepala

“kau tunggu disini. Jangan kemana-mana” perintahnya sambil membawa mie cupnoodle yang akan kami makan. Ia pergi melewati hujan yang datangnya keroyokan ini. Mau kemana dia ?

Tak lama berselang, dia pun kembali dengan basah kuyup dan membawa mie yang dibawanya tadi

“ini” ia memberikan ku satu mie yang dibawanya

“dapat dimana air panasnya “ tanyaku sesudah melihat mie yang telah diisi air panas. Entah ia dapat dimana

“minta dirumah orang. Mau gimana lagi “ ucapnya

“oh terimakasih”

“kau bisa juga berterimakasih ya. Baguslah “

“maksudmu ?”

“lupakan”

Kulihat ia memakan mie tersebut dengan lahapnya, apa ia selapar itu. Melihatnya seperti itu membuatku juga semakin lapar. Aku berdoa dan langsung memakan mie tersebut

“bodoh, namamu itu siapa sih?”

Uhuk uhuk

Aku tersedak mendengar pekataannya itu. Ia belum tau namaku?

“Amber Joshepine Liu”

“panjang amat”

“ panggil aku Amber saja, atau juga bisa kau memanggilku nona atau tuan atau nyonya, bisa juga memanggilku Boss itu lebih bagus”

“ jangan harap aku memanggilmu seperti itu bodoh” ucapnya memasang wajah aneh kepadaku seolah-oleh merendahkan ku

“apa! Tidak suka “ aku mulai emosi

“iya. Aku tidak suka padamu”

“aku juga tidak suka padamu dan tidak akan pernah” aku kesal dan menendangnya

“yak! Mie ku tumpah”

Aku melihat kearah mienya yang sudah berceceran ditanah

“mampus “ ejekku

“kau…” ia mengambil mieku dan menumpahkannya di tanah

“hya, apa yang kau perbuat.. mie ku yang terakhir ..” aku langsung menatap mieku miris dan menatap tajam kearahnya

“membalas dendam” sahutnya menatap tajam diriku juga

Aku benar-benar kesal. Makanan itu juga makanan yang terakhir, besok harus makan apa? Makan rumput? Tidak mungkin kan. Aku pun menjambak, menendang dan memukulnya, ia membalasku dengan satu jitakkan saja tapi rasanya luar biasa….!  Sakitnya

“argh.. appo! Sakit sekali” ringisku mengelus-ngelus bagian kepalaku yang dijitaknya

“makanya jangan berani denganku”

“iss..” aku kembali menendang dan menjauh darinya.

Ayah.. tolonglah anakmu ini.. pasti disana dia sedang enak-enakkan dengan wanita. huh!

Gledek!

Hya itu bunyi Guntur, sontak saja aku kaget dan reflek mendekat padanya lalu memeluknya erat, bersembunyi dibalik punggungnya. Guntur itu sungguh mengerikan

“kau takut Guntur?”

“takut sekali” jawabku

“tananglah, Guntur tidak akan menggigitmu paling hanya bisa membuatmu gosong.. hahah”

Gledek

Bunyi Guntur untuk kedua kalinya dan aku semakin mempererat pelukanku padanya. Ayah.. aku benar-benar takut

“tenang.. tenang.. lebih baik kau tidur saja “

“dimana?”

“disini” ia menunjuk pada bagian pahanya “mau tidak ?” lanjutnya

“emm.. baiklah “

Ga ada bantal pahanya pun jadi. Aku pun merebahkan kepalaku di pahanya sambil menatap hujan yang masih turun dengan derasnya, untung saja gunturnya ga bunyi-bunyi lagi.

Ayah.. aku ingin pulang. Aku merindukanmu..

TBC

.

.

ancur banget ini eep!! maap ya reders u.u

saya butuh kritik dan saran dari kalian ^^

 

Iklan

12 pemikiran pada “[FF] Satellite Boy x Girl [Part 2]

  1. hahaha,
    saya suka, suka, epepnya ok.
    lucu ngegemesin ambie sama heechul jadi manusia somplak.
    keren thor apalagi castnya ambie,
    update soon authornim…
    waiting for next chapie, ok?

  2. Wah lucu sumpah XD perutku ikut menari-nari membacanya(?). hehe abaikan~

    lanjutkan Author-nim 😀
    Oya,pertamanya kukira sampul FFnya itu Heechul sama Sungyeol Infinite XD
    peace :Dv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s