DISPLEASED (YAOI KaiSoo)

ffuntitledj

Title : DISPLEASED (Eps. 1)

Author : .KaiSoo24. (Panggilannya KynS xD )

Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo, Oh Sehun, Lu Han

Pair : KaiSoo

Length : Episode

Genre : Hurt, YAOI, NC

Rate : M

—Lagi-lagi saya hadir dengan FF abal xD .. Dan tentunya saya gak kapok buat ngepost dimana-mana. Jadi jangan rusuh yee kalo nemu FF saya dimana-mana -.- . Oiya, ntar (kayaknya) ada pair Hunha. Tapi dipart-part awal awal saya focus ke konflik dulu dan belum memunculkan(?) HunHan momentnya. Jadi, buat HunHan Shipper goloknya simpan dulu yee (?) xD—

—–oOo—–

Angin pagi berhembus sejuk. Mengiringi sayup dedaunan yang dikerumuni embun. Cahaya matahari menerpa sebagian tubuh seorang pria yang menghadap kearah matahari terbit. Membuat binar wajahnya terlihat ceria dan bersemangat melakukan olahraga lari-lari kecil yang ditekuninya setiap pagi. Pria itu adalah Kim Jongin.

Brukk

“Aaww ! Sakiiit.” Rengek seorang pria yang tengah tersungkur.

“M-maaf. Apa kau baik-baik saja ?” Tanya Jongin sedikit gelagapan.

“Baik bagaimana ? Sudah jelas aku terjatuh dan meringis seperti ini, kau masih bertanya !” Jawabnya sedikit sinis.

“A-aku minta maaf. Mari kubantu berdiri.”

“Tidak perlu ! Aku bisa sendiri !” Jawabnya lagi.

Setelah berhasil berdiri, pria itu langsung beranjak pergi tanpa memperdulikan Jongin.

“Tunggu !” Sahut Jongin dan berhasil menghentikan langkah pria tersebut.

“Ada apa lagi ?”

“Boleh aku tahu namamu ?”

“Kyungsoo ! Do Kyungsoo !” Jawabnya singkat dan kembali melanjutkan langkahnya.

Jongin tertegun memperhatikan langkah Kyungsoo yang semakin menjauh. Getaran hebat yang secara tiba-tiba menjalar keseluruh tubuhnya, membuatnya belum dapat beralih dari menatap Kyungsoo.

Pertemuan singkat, pandangan pertama Jongin terhadap wajah imut Kyungsoo, serta manik mata bulat Kyungsoo yang masih terus mengerayangi pemikiran Jongin.

“Pria yang manis.” Cetus Jongin pada sendiri.

Setelah menyadari tentang apa yang tengah ia lakukan, Jongin kembali melanjutkan aktivitas olahraganya sekaligus pulang kerumahnya.

_________

“Aku pulaaaang~” Teriak Jongin sesampainya dirumah.

“Hey, Jongin ! Siapa yang mengajarkanmu tidak sopan seperti itu, huh ?”

“Maaf, ayah ! Aku hanya melampiaskan kesenanganku.”

“Bicara apa kau ? Kau terlihat aneh, Jongin. Apa yang kau dapat diluar sana ?” Tanya ayah Jongin.

Jongin berpikir sejenak sambil menggaruk bokongnya yang tidak gatal.

“Emm.. Aku bertemu dengan seseorang yang begitu manis, imut, dan seketika mampu membuat tubuhku kaku hanya karena memandangi orang tersebut.”

“Wanita? Perkenalkan dia pada ayah.” Ucap ayah Jongin santai.

“Bukan ! Dia pria !”

“A-apa ?!”

“Kenapa ?”

“Kau menyukainya ?”

“Ayah fikir aku pria tak normal ?” Jongin kesal.

“Lalu kenapa kau terlihat sangat tak biasa ?”

“Aku juga tidak mengerti. Hanya saja aku sedikit bergetar dan jantungku berdegup lebih kencang saat melihat matanya tadi. Ayah tahu ? Matanya begitu indah !” Jelas Jongin sambil berekspresi seolah sedang membayangkan Kyungsoo.

“Ah, sudahlah. Aku ingin mandi dulu, ayah.” Lanjut Jongin sambil berlalu.

Ayah Jongin hanya menampakkan raut bingung diwajahnya.

“Bukankah itu sama saja jika Jongin menyukai pria yang diceritakannya ?” Tanya ayah Jongin heran.

_______

“Jongin, cepatlah keluar dari kamarmu ! Sarapan telah siap.” Ucap ayah Jongin sabil menengadah kearah kamar Jongin yang berada di lantai dua rumah mereka.

Beberapa saat kemudian, Jongin keluar dengan tatanan gaya rambut yang rapi, kaos dan jeans yang telah sesuai dengan gaya khasnya, namun dengan wangi yang tak biasa menurut ayah Jongin.

“Wangi apa ini ?” Cetus ayah Jongin.

“Mungkin wangi parfum.” Jawab Jongin santai.

“Apa ini wangi parfum-mu ?”

“Iya, ayah.”

“Lalu kenapa kau bilang mungkin tadi ?”

“Aku lapar.” Jawab Jongin seadanya dan beralih kemeja makan.

“Kau ingin berkencan ?”

“Jika aku menemukan teman kencanku, aku akan berkencan.”

“Dengan siapa ?”

Sejenak Jongin berfikir sambil menengadah ke langit-langit rumahnya dan sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Emmm.. Kyungsoo !” Jawab Jongin mantap.

Mendengar jawaban yang secara tiba-tiba, ayah Jongin terkejut.

“A-apa ?! B-bukankah dia pria ? Apa anak ayah sudah tidak normal sehingga akan mengencani seorang pria ?” Cetus ayah Jongin.

“Ayah ! Aku normal !” Tentang Jongin.

“Lalu kenapa harus pria yang kau kencani ?!”

“Entahlah. Mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Kyungsoo.”

“Bukankah itu tidak normal ?!” Bisik ayah Jongin pada dirinya sendiri.

“Ayah, perkataan ayah itu membuatku merasa tersiksa.”

“Kau mendengarnya ?”

“Tentu saja.”

“Eoh, apakah pria yang bernama…”

“Kyungsoo.” Sambung Jongin.

“Ya, Kyungsoo. Apakah dia mau jika kau ajak berkencan ?”

“Entahlah. Bahkan dia belum tahu namaku, juga siapa aku.”

Ayah Jongin kemudian ber-oh dan melanjutkan menyantap sarapannya.

“Ayah, bantu aku.” Pinta Jongin sedikit memelas.

“Bantu apa ?”

“Jodohkan aku dengan Kyungsoo.”

“Huh ?! Apa ?! Kau fikir ayah mendukungmu ? Itu sangat tidak normal, Jongin !”

“Huh ! Baklah jika ayah tidak mau, hari ini aku tidak akan pulang.” Ancam Jongin sambil beranjak pergi.

“Coba saja kalau kau bisa.” Gerutu ayah Jongin sendiri sambil menatap kepergian Jongin.

________

Bruuk

“Aww !” Rengek Kyungsoo dan kemudian mengusap bokongnya yang terasa sakit.

“K-kyungsoo ?” Pekik Jongin.

“Kau lagi ?! Ah ! Sialan kau !”

Bugk

“Kenapa kau selalu menabrakku, huh ?!”

Bugk

“Apa kau sengaja ingin menyentuhku ?!”

Bugk

“H-hentikan ! Bukan itu maksudku. Aku tidak sengaja.” Jawab Jongin sambil mengusap bokongnya -juga- karena timpukan dari buku yang dipegang Kyungsoo.

“Lalu, kenapa kau selalu menabrakku, huh ?! Sakit pinggang yang tadi pagi belum seutuhnya mereda, sekarang kau menabrakku lagi !” Omel Kyungsoo dan sesekali kembali menimpuk Jongin dengan bukunya yang cukup tebal.

“Maaf, Kyungsoo. Sudah kubilang aku tidak sengaja.”

“Huh ! Tidak akan kumaafkan !”

“A-apa ? Aish !Bukan kah sudah kubilang aku tidak sengaja ?”

“Huh ! Baiklah, aku akan memaafkanmu. Tapi ada syaratnya !”

“Ah ! Syarat apalagi ?” Tanya Jongin sedikit mengeluh.

“Kau mau kumaafkan tidak ?”

“B-baiklah ! Apa syaratnya ?”

Kyungsoo berpikir sejenak sambil berusaha berdiri.

“Emm.. Ikuti aku !” Seru Kyungsoo sambil beranjak mengajak Jongin kesuatu tempat.

‘Mau kemana ? Emm.. Aku harap dia mengajakku kerumahnya.’ Batin Jongin senang.

________

FIRST ICE CREAM

“Toko es krim ? Apa ini rumahmu ?” Tanya Jongin pada Kyungsoo yang tengah menjilati bibirnya saat melihat daftar es krim di toko tersebut.

“Apa ?! Siapa yang mengatakan kalau ini rumahku ?”

“Jadi ini bukan rumahmu ? Jadi kau bukan mengajakku kerumahmu ?” Tanya Jongin bertubi-tubi.

“Dan siapa yang mengatakan kalau aku akan mengajakmu kerumahku ?!”

“T-tidak ada ! L-lalu, untuk apa kau mengajakku kemari ?”

“Traktir aku es krim !”

“A-apa ?! Untuk apa aku mentraktirmu es krim ?”

“Bukankah kau ingin aku memaafkamu ?!”

“Ah ! B-baiklah !” Ucap Jongin sambil mengacak rambutnya dengan sedikit frustasi.

_________

“Terimakasih, paman.” Ucap Kyungsoo girang setelah memperoleh es krim yang ia inginkan dari Jongin.

“Ayo kita kerumahmu !” Ajak Jongin kemudian.

“Untuk apa ?”

“Emm..Aku ingin melihat bagaimana keadaan kamarmu !”

“Apa ?! Jangan-jangan kau sedang berfikir mesum !” Cetus Kyungsoo dengan wajah yang begitu polos.

“Mana mungkin !”

“Baiklah ! Ayo !” Ajak Kyungsoo kemudian.

________

“Kenapa sepi sekali ?”

“Ayahku sedang melakukan perjalanan bisnis keluar kota selama satu minggu.” Jawab Kyungsoo disela mulutnya yang masih berkutat dengan es krimnya.

“Benarkah ? Kalau begitu aku bisa menginap disini.”

“A-apa ? Kenapa kau ingin menginap disini ? Kemana rumahmu ? Apa rumahmu disita bank ? Atau biasanya kau memang hanya mengimap di rumah-rumah ?” Pertanyaan beruntun dilontaran Kyungsoo begitu saja kepada Jongin.

“Aku bilang pada ayahku bahwa aku tidak akan pulang dulu.”

Kyungsoo hanya ber-oh seolah tak tertarik untuk menanyakan apapun pada Jongin lagi dan langsung mengantarkan Jongin pada kamar yang akan ditempatinya untuk sementara.

Merasa sedikit gerah, Kyungsoo bergegas mandi. Namun langkahnya berhasil dihentikan oleh suara Jongin yang seakan merengek membutuhkan pertolongan pada Kyungsoo.

“Ada apa ?” Tanya Kyungsoo sesaat setelah berbalik arah menghadap Jongin. Menatap manik mata Jongin yang terlihat memelas bagi Kyungsoo, namun sebaliknya dengan Jongin. Jongin menyembunyikan rasa kagum dibalik mata memelasnya terhadap wajah imut, lugu, serta kepolosan yang nampak pada Kyungsoo.

“Hey !” Sahut Kyungsoo yang seketika membuat Jongin sedikit tersentak.

“A-aku lapar, Kyungsoo.”

“Aku mandi dulu. Setelah itu aku akan memasak untuk makan siang.”

“Tapi aku juga mau mandi.” Pinta Jongin lagi.

“Huh ?! Kau ingin mandi bersamaku ?!” Tanya Kyungsoo begitu polos.

“Emm.. Ide yang bagus.”Jawab Jongin santai sambil menampakkan smirk yang begitu menyeramkan menurut Kyungsoo.

“Ah ?! TIDAK MAU.” Jawab Kyungsoo panik lalu secepat mungkin ia berlari menuju kamar mandi mendahului Jongin.

________

“Apa yang kau masak ?” Tanya Jongin pada Kyungsoo yang tengah sibuk berkutat dengan barang-barang dapurnya.

“Spaghetti.” Jawab Kyungsoo singkat.

“Humm. Wanginya harum. Pasti enak.” Cetus Jongin yang berada tepat dibelakang Kyungsoo.

“Kau mencium aroma masakanku atau mencium tengkuk leherku ?”

“Dua-duanya.” Jawab Jongin yang memejamkan matanya dan seolah berekspresi sedang menikmati wangi sedap masakan Kyungsoo, juga leher Kyungsoo.

“Aku geli !”

“Kau lumayan sensitif, Kyungsoo.”

“Dasar otak mesum !”

Jongin hanya terkekeh melihat Kyungsoo yang bergidik ngeri dihadapannya.

“Sudah selesai. Mari kita makan.” Ajak Kyungsoo kemudian.

Jongin hanya menurut dan mengekor dibelakang Kyungsoo menuju meja makan.

“Hmm.. Aaa…”

“Hey ! Berdoa dulu !” Seru Kyungsoo pada Jongin yang sudah tak sabar ingin menyantap masakan Kyungsoo.

“Saat kau memasak tadi aku telah berdoa dalam hati.”

Kyungsoo tak begitu menghiraukan ocehan Jongin dan langsung menyantap masakannya sendiri.

Sesaat suasana menjadi hening. Hanya suara kunyahan dari keduaya yang terdengar jelas. Tergerak hati Jongin untuk bertanya pada Kyungsoo -apakah ada yang telah mengisi ruang hati Kyungsoo saat ini ?

“Emm.. Kyungsoo..” Perkataan Jongin terhenti.

“Habiskan dulu makananmu baru berbicara ! Ah, tidak tidak, setelah makananmu habis, cuci piring dulu !”

“Tapi aku tidak mengerti cara mencuci piring, Kyungsoo.”

“Baiklah, akan kuajarkan !”

________

“Pertama, tuang sedikit sabun cuci puring, air secukupnya, lalu remas-remas sponsnya hingga menimbulkan busa.”

“Sudah.”

“Ambil piring yang akan kau cuci, lalu gosokkan spons pada piring tersebut secara merata hingga tak tersisa sedikitpun lemak atau sisa makanan disana.”

“Sudah.”

“Lalu bilas dengan air bersih, keringkan, dan susun dengan rapi dilemari piring.”

“Sudah.”

“Benarkah sudah selesai ?” Tanya Kyungsoo kemudian.

“Sudah.”

“Waw ! Kau mahir juga.” Ucap Kyungsoo setelah melihat hasil kerja Jongin.

“ Ah. Aku lelah, Jongin. Aku ingin tidur siang sejenak.” Lanjut Kyungsoo dan kemudian beranjak menuju kamarnya.

“Tunggu !”

“Ada apa ?“ Tanya Kyungsoo kemudian.

“Aku ingin ikut.”

“Ikut kemana ? Aku hanya ingin tidur siang dikamarku.” Jelas Kyungsoo.

“Iya, aku ingin ikut tidur denganmu.”

“Huh ? Tidak ! Bukankah sudah kutunjukkan kamar untukmu tadi ?”

“Memang. Tapi aku ingin satu kamar denganmu.” Pinta Jongin memelas, membuat Kyungsoo lagi-lagi tak mampu memberi penolakan.

________

“Kamarmu lumayan besar, Kyungsoo.” Sahut Jongin saat berada di kamar Kyungsoo.

Tak ada jawaban dari Kyungsoo yang ternyata telah hampir terlelap di atas ranjang king size-nya.

“Kyungsoo ? Hey ! Secepat itukah kau terlelap ?”

Jongin melangkah kearah ranjang Kyungsoo dan secara perlahan berbaring disamping Kyungsoo. Dengan sangat hati-hati Jongin membalikkan tubuh Kyungsoo hingga berhadapan dengannya. Sesaat menatap dalam wajah Kyungsoo yang begitu imut meski saat tertidur.

“Mata ini sangat indah !” Bisik Jongin.

“Hidung ini juga !”

“Dan.. Bibir ini, benar-benar menggoda. Bolehkah.. aku meyukaimu, Kyungsoo ?” Bisiknya lagi sambil menyentuh lembut bibir sexy Kyungsoo.

“Hmm..” Kyungsoo sedikit bergidik saat setengah menyadari ada yang menyentuh salah satu bagian sensitifnya.

Secara spontan Jongin menepis jarinya sendiri dari bibir Kyungsoo.

“Huh ! Baru saja aku ingin mencicipinya.” Keluh Jongin.

Jingin terbangun dari posisi baringnya di sebelah Kyungsoo. Matanya menilik kearah laci kecil disudut kamar Kyungsoo.

Krsekk.. Krsekk..

Kyungsoo yang merasa sedikit terganggu dengan bunyi-bunyian aneh akhirnya terbangun dan mendapati Jongin seperti sedang mencari-cari sesuatu yang penting.

“Apa yang kau lakukan, Jongin ?”

“Apa kau punya koleksi DVD Porno ?” Tanya Jongin santai.

“Tidak lagi !”

“Tidak lagi ? Berarti kau pernah memilikinya ?”

“Iya !”

“Dimana kau simpan ?”

“Sudah kubuang !”

“Ahh ! Kenapa kau buang, Kyungsoo ?!”

“Aku takut jika ketahuan ayahku, dia akan memarahiku lagi !”

“Benarkah ?”

“Hm ! Dulu aku pernah membeli DVD Porno. Dan saat ayahku tahu, ia sangat marah lalu menyuruhku untuk membuang DVD tersebut.”

“Kapan itu terjadi ?” Tanya Jongin lagi.

“Saat aku masih Sekolah Dasar.” Jawab Kyungsoo polos.

“Huh ! Jelas saja ayahmu marah ! Dan sekarang, apakau tidak pernah membelinya lagi ?”

“Tidak !”

“Kenapa tidak membelinya secara sembunyi-sembunyi ?”

“Apa itu yang kau lakukan ?”

“Tentu ! Lemari pakaian yang ayahku kira isinya adalah bajuku semua, sebenarnya separuhnya adalah tempat DVD Pornoku semua.”

“Apa kau telah menonton habis semuanya ?” Tanya Kyungsoo yang mulai tertarik dengan pembicaraan Jongin.

“Ya ! Bahkan aku telah hapal diluar kepala cara-cara melakukannya !”

Kyungsoo terlonjak kaget saat mendengar pengakuan yang mungkin dapat dikatakan ‘polos’ dari Jongin. Matanya lebih membulat, membuat Jongin semakin kagum melihat keindahan manik serta ekspresi lucu Kyungsoo.

“Kau menggemaskan, Kyungsoo ! Berapa umurmu ?”

“Dua puluh tahun !”

“Benarkah ? Kau lebih tua satu tahun dariku. Kalau begitu kau adalah hyung !”

Kyungsoo hanya memberi respon kepada Jongin dengan ber-oh. Kemudian berniat melanjutkan tidur siangnnya.

“Kyungsoo hyung !” Sahut Jongin lagi.

“Hmm ?!”

“Apa kau sudah tau cara-cara melakukan ‘itu’ ?”

“Melakukan apa ?”

“Melakukan yang biasa dilakukan orang-orang dalam adegan Porno !”

“Aku belum pernah melihatnya ! Jadi kemungkinan aku belum tahu !”

“Mau kuajarkan ?” Tawar Jongin sekaligus menggoda Kyungsoo.

“A-apa ?”

“Kuanggap kau mau ! Nanti malam ! Oke !” Tegas Jongin.

Kyungsoo telah tak dapat berkata-kata. Bahkan dengan wajah sedikit pasrah ia telah menandakan untuk siap menerima tawaran Jongin.

_________

Jongin tengah duduk santai di sofa ruang tamu rumah Kyungsoo sambil menonton. Melepaskan tawaan dari tontonan yang dianggapnya lucu, namun sangat mengganggu menurut Kyungsoo.

“Jongin, kau terlalu berisik !”

“Ah ? M-maaf, hyung. Hey ! Kau mau kemana ?”

“Mandi !” Jawab Kyungsoo singkat.

“Kenapa mandi sekarang ? Nanti saja setelah kita selesai melakukan ‘itu’ !” Seru Jongin.

“Kau fikir aku mau ?!”

“Tentu saja kau tidak akan menolak !”

“Huh ! Terserah kau !” Keluh Kyungsoo namun tetap menurut pada ucapan Jonging.

_________

“Kau sudah siap, hyung ?”

“Sebenarnya tidak !” Jawab Kyungsoo.

“Ah ! Kau hanya perlu mempersiapkan mental ! Ayolah, hyung !” Seru Jongin seraya mengusap bagian leher Kyungsoo.

“Ahh.. T-terserah.. Kau sajaaa !”

“Baiklah ! Kuanggap ini sudah dapat dimulai !” Ucap Jongin dengan mantap.

Jongin menatap mata Kyungsoo yang seakan penuh kegugupan. Memberikan senyuman terbaik dari sisi bibirnya yang seketika membuat Kyungsoo tersadar bahwa senyuman tersebut sangat manis.

Perlahan Jongin merangkak keatas tubuh Kyungsoo yang tengah terbaring di ranjangnya. Sedikit menundukkan kepalanya, Jongin berniat untuk menghapus jarak antara bibirnya dan bibir Kyungsoo.

“J-jongin..”

“Hm ?”

“Aku takut !”

“Tak perlu takut !” Jawab Jongin berusaha menenangkan Kyungsoo.

Jongin beralih menatap bibir sexy Kyungsoo, kemudian mengusapnya secara perlahan.

“Ini benar-benar sexy, hyung.” Goda Jongin dan berhasil memaparkan rona merah diwajah Kyungsoo.

Semakin dekat wajah Jongin dengan Kyungsoo, membuat Jongin kembali menyunggingkan senyuman tepat dihadapan Kyungsoo. Sesaat kemudian, Jongin dapat dengan jelas menyaksikan Kyungsoo yang mulai memejamkan matanya.

Kyungsoo sedikit terhenyak saat menyadari benda kenyal dan terasa begitu sexy menyentuh bibirnya. Kyungsoo yakin benda itu bukan jemari Jongin lagi, melainkan bibir Jongin.

Secara perlahan Jongin menyapu rata bagian luar bibir Kyungsoo. Menggigitnya pelan agar tidak membuat Kyungsoo kesakitan.

“Emhhhh..”

Erangan yang mulai dialunkan Kyungsoo membuat Jongin semakit bergairah.

“J-jonginhh..” Sahut Kyungsoo disela-sela tautan bibirnya dengan bibir Jongin.

“Hm ?”

“Kau yakin.. akan.. emhh.. melakukannya ? K-kita baru saling.. mengenal.. tadi pagihh.. emhh..”

“Tentu !” Jawab Jongin singkat dan kembali memperdalam ciaumannya dibibir Kyungsoo.

Lidah Jongin mencoba menerobos masuk. Dengan refleks Kyungsoo mengizinkan niat Jongin. Jongin memainkan lidahnya dengan baik dan begitu sensual. Menyapu seluruh isi mulut Kyungsoo. Kyungsoo yang mulai seidikit paham, membalas ciuman Jongin. Saling bertukar saliva, terpejam dalam kenikmatan, dan terbalut dalam peluh yang juga ikut menyatu dikeduanya.

“Emmhh..” Erang Kyungsoo lagi.

Mendengar setiap erangan sexy dari Kyungsoo, Jongin mulai bermain dengan sedikit kasar. Mencoba menggigiti lebih bagian bawah bibir juga lidah Kyungsoo.

“Aaahhh..”

Tak lama kemudian Jongin melepaskan tautan bibirnya dari bibir Kyungsoo. Memandang Kyungsoo yang dengan susah payah mengatur nafasnya.

“Maaf, hyung. Apa mau dilanjutkan ?” Tanya Jongin.

Kyungsoo hanya mengangguk dan dengan sigap menarik Jongin dengan maksud meminta untuk menciumnya kembali.

“Kiss.. me again.. !”

Jongin hanya menurut dan kembali menempelkan bibirnya pada bibir Kyungsoo. Melakukan sekali lagi apa yang telah dilakukannya sebelumnya dengan bibir Kyungsoo.

Jongin mulai turun kebagian leher Kyungsoo. Menciumnya sekilas, kemudian menjilatinya, dan mulai membuat beberapa kissmark disana. Kembali hanya suara erngan sexy dari Kyungsoo yang menyelimuti sepinya kamar Kyungsoo.

Sambil terus menjelajahi bagian leher Kyungsoo, tangan kiri Jongin juga membuka satu-persatu kancing baju Kyungsoo. Tangan kanannya menelusup masuk mencari tonjolan di dada Kyungsoo, mengusapnya lembut, membuat Kyungsoo kembali mengerang.

“Ahh..”

Seketika Jongin menghentikan aksinya dan beralih menatap manik mata Kyungsoo yang juga tengah terbelalak karena Jongin yang tiba-tiba berhenti menjamahnya.

Jongin menangkap kilat mata Kyungsoo yang dipenuhi raut nafsu dan dengan memelas meminta disentuh oleh Jongin lagi.

“Kenapa berhenti ? Touch me, please !”

“Aku suka matamu !”

Tanpa fikir panjang Jongin langsung melanjutkan apa yang dimintai Kyungsoo padanya.

Setelah sedikit puas dengan bagian dada Kyungsoo, Jongin beralih turun kebagian bawah Kyungsoo. Meraba bagian sensitive Kyungsoo yang sudah menegang dari luar jeans yang dikenakan Kyungsoo.

Dengan tangan yang sedikit refleks, Kyungsoo mengarahkan tangan Jongin pada resleting jeans Kyungsoo sebagai perintah untuk segera membukanya.

“Emhh.. Aahhh.. Jongiinnn.. Bukaaaa !!” Perintah Kyungsoo yang sudah tak sabar.

“Sabar sebentar, hyung ! Aku masih ingin melihat tonjolanmu dari luar seperti ini ! Lebih membuatku tambah bergairah.” Goda Jongin yang kembali membuat rona merah pada pipi Kyungsoo.

Secara perlahan Jongin membuka resleting jeans Kyungsoo. Membukanya dan melemparkannya kesembarang tempat. Jongin terbelalak saat mendapati benda panjang yang nampak berdiri setelah Jongin melepaskan jeans Kyungsoo.

“Kau tak memakai celana dalam, hyung ?”

“Emm !” Jawab Kyungsoo dan kembali memaparkan semburat merah diwajahnya yang sudah dipenuhi peluh.

“Ternyata kau benar-benar siap, hyung.” Cetus Jongin sambil tersenyum nakal dan sesekali mengecup bibir Kyungsoo, turun ke leher Kyungsoo, kemudian menulusuri dua tonjolan kecil di dada Kyungsoo lagi, dan dengan sigap Jongin beralih ke junior Kyungsoo. Menyentuhnya penuh sensual, mengecupnya, dan sesekali menjilatinya.

“Emmhhh ! Jonginhh… Emmhh .. Cepattt ! Touch Me .. ouuhh !” Erang Kyungsoo yang sudah terbalut dalam kenikmatan akibat ulah Jongin.

Tanpa basa-basi Jogin langsung melucuti semua pakaiannya dan kini tengah dalam keadaan yang sama seperti Kyungsoo, full naked.

Perlahan Jongin mengangkatkan kedua kaki Kyungsoo dan mengarahkan ujung juniornya yang lumayan besar kebagian hole Kyungsoo.

“Ahh .. Jangan menyiksakuuhhh… Jonginn .. Cepat masukkann !”

Jongin yang seakan terhipnotis sedari tadi hanya dapat menuruti permintaan Kyungsoo. Secara perlahan Jongin mulai memasukkan benda panjang miliknya pada Kyungsoo. Lubang yang cukup sempit membuat Jongin harus bersusah payah dan lebih berhati-hati agar tidak terlalu menyakiti Kyungsoo.

“Hyung.. Kau sempiitt..” Keluh Jongin.

Kamar yang terasa begitu panas hanya menjadi saksi bisu atas aksi dua pria yang saling terbalut oleh nafsu. Peluh yang terus mengalir, juga erangan dengan nafas yang tersengal menyeruak di kamar Kyungsoo yang semula terdengar lebih sunyi. Decitan ranjang yang mereka gunakan pun ikut beralun disela erangan oleh genjotan Jongin pada Kyungsoo.

BRAAKK

Seketika suara gebrakan pintu kamar Kyungsoo menghentikan aksi Jongin dan erangan dari Kyungsoo. Kyungsoo terlonjak kaget dan secara spontan mendorong tubuh Jongin menjauh dari atas tubuh telanjangnnya.

“Apa yang kau lakukan ?!” Tanya seorang yang menggebrak pintu kamar Kyungsoo dengan nada emosi.

“S-sehun.. D-dengarkan penjelasanku dulu !” Jawab Kyungsoo gelagapan.

“Kau siapa ?” Tanya Jongin santai.

“Aku yang seharusnya bertanya kau siapa ! Kyungsoo kekasihku ! Beraninya kau memperlakukannya seperti itu !” Ucap pria yang bernama Sehun itu.

Jongin terkejut. Sudut matanya dapat melihat jemari Sehun yang mulai terkepal, kemudian beralih menatap Kyungsoo yang dipenuhi raut kepanikan.

“Benar dia kekasihmu, hyung ?”

Kyungsoo hanya mengagguk pasrah pada Jongin.

Perasaan yang mulai melemah, mata yang sedikit memanas, serta degup jantung yang semakin tak karuan dirasakan oleh Jongin. Sedikit merasakan sakit saat mendengar pengakuan bahwa Sehun benar adalah kekasih Kyungsoo.

“Kenapa kau masih diam disini ? Apa kau tidak punya rumah ?” Tanya Sehun sinis.

Jongin kembali beralih menatap Kyungsoo dan memberi pertanda bahwa ia akan segera pulang. Kyungsoo hanya menunjukkan wajah merasa bersalahnya terhadap Jongin karena Kyungsoo tak memberi tahu Jongin dari awal bahwa ia telah memiliki kekasih.

Dengan perasaan kesal serta amarah yang berkecamuk, Jongin pergi meninggalkan Kyungsoo dan Sehun tanpa sepatah katapun.

“Jongin..” Sahut Kyungsoo namun tak dindahkan oleh Jongin dan kembali melanjutkan langkahnya untuk tetap pergi.

Suasana kamar Kyungsoo hening sesaat. Sehun menatap dalam kearah Kyungsoo dengan penuh emosi. Perlahan melangkah mendekat kearah Kyungsoo, membuat Kyungsoo semakin panik dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan.

“Kyungsoo ! Apa yang kuberikan padamu sebelum aku pergi masih kurang saat itu ?” Lirih Sehun.

Tak ada jawaban dari Kyungsoo. Ia hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap Sehun.

“Jawab aku !” Bentak Sehun.

“A-aku.. Mmmhhh..”

Belum sempat Kyungsoo menyambung perkataannya, Sehun telah lebih dahulu melumat bibir Kyungsoo dengan kasar.

“Aaahhhh..” Erang Kyungsoo saat merasakan sakit di bibirnya.

“Apa ini masih kurang ? Apa aku tidak sehebat pria tadi ? Kau ingin aku melakukan lebih dari pria itu ? Aku bisa !” Bentak Sehun -lagi- tepat di hadapan wajah Kyungsoo.

Kyungsoo tak mampu berkata apa-apa lagi. Mulutnya seakan terkunci, kakinya melemah, matanya memanas. Perasaan takut juga bersalah menyeruak dihati Kyungsoo saat sekilas menatap binar mata Sehun yang penuh amarah.

“Agghhh !” Teriak Sehun kemudian menghantam dinding kamar Kyungsoo.

“S-sehun, Maaf..” Lirih Kyungsoo.

“Apa kau membutuhkan kata maaf ?!” Tanya Sehun sinis kemudian beranjak pergi dari kamar Kyungsoo.

__________

Ting..Tong..

“Jongin ? Ayah fikir kau benar-benar tidak akan pulang.” Cetus ayah Jongin.

“Ayah..” Lirih Jongin kemudian berhambur memeluk sang ayah.

Ayah Jongin merasakan tetesan di balik kemeja bagian bahunya, tetesan itu adalah air mata Jongin.

“Ada apa, Jongin ?”

“Ayah.. K-kyungsoo..”

“Kenapa dengan Kyungsoo ?”

“Mungkin Kyungsoo datang hanya untuk mengucapkan kata selamat tinggal padaku, ayah.”

Ayah Jongin terdiam. Mencoba mencerna tentang apa yang baru saja dikatakan Jongin disela isak tangisnya.

“Beristirahatlah dulu !” Seru ayah Jongin sambil mengusap pelan rambut Jongin.

—–oOo—–

TAMAT atau Tubikontinyu(?) xD ?

*Ini tetap FF KaiSoo ko. Tenang ajaa xD .. Cuman untuk awal konfliknya KaiSoo gak saya satuin dulu XD .. RCL PLISSS ^^ *BOWffuntitledj

Iklan

6 pemikiran pada “DISPLEASED (YAOI KaiSoo)

  1. oh min kyung

    luhannya kok ngga’ ada min???
    tapi ceritanya bagus kok… sampe2 mata ku kayak o.o
    coba sehunnya ngga’ ada pasti makin seru nih ff

  2. rikus

    seru seru…
    lanjut dong, cerita nya bagus. ganyangka aja bakal ada sehun yg ternyata pacarnya dio. tp disini tuh dio semacem ….. murah-_- *maaf maaf*
    oke, lanjut ya thor’-‘)b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s