[OneShot] FRIEND?

kry

@Mocha

Kim Kibum aka Key (Shinee) x Amber Joshepine Liu (F(x))

OneShoot

AN : ceritanya basi, awalnya hanya untuk curhatan hati malah beralih menjadi fanfic. Beneran ini cerita pasaran banget. Tapi bagi yang mau baca silahkan.

Happy Reading

…………………

Ketika musim kemarau tiba, apa yang kau rasakan?

Ketika hujan datang, apa yang kau harapkan?

Dan ketika bersamaku,apa kau merasa bahagia?

Sungguh miris, jika aku tahu kenyataan ini. Semuanya sia-sia. Apa yang kulakukan untukmu, semua tak ada artinya bagimu. Tak ada balasan darimu, kau tahu yang ku inginkan sekarang, kau menganggapku sebagai wanita. Aku tahu sifatku tidak feminism. Tapi ketahuilah aku juga memiliki perasaan, perasaan wanita dan aku malas mengakui hal itu – itu sangat mengganggu image ku, tapi bagaimana pun juga kau harus tau itu. Aku selalu mengharapkanmu lebih dari sekedar teman. Mungkin aku hanya bisa mengharapkannya disini. Tapi, untuk kedepan aku akan mengungkapkan semuanya, semua yang kurasa. Kuharap kau jangan kaget

………………

Amber berjalan santai untuk memasuki kelas yang akan segera berlangsung, sesampai didalam kelas ia segera duduk dibangkunya. Sang teman yang duduk tepat disamping menyeru dan menyapanya

“Yo!” sapa lelaki manis disampingnya

“Yo!” dia balik menyapa

Seperti biasa, itulah kata-kata yang mereka lontarkan ketika bertemu dan saling menyapa. Mereka merupakan teman – bisa dibilang teman dekat. Kedekatan mereka berawal ketika mereka sama-sama Kuliah dijurusan Fashion Design. Namun, akhir-akhir ini bagai ada panggar penghalang yang memisahkan jarak mereka. Entahlah.. mungkin mereka sibuk dengan skripsi yang harus mereka selesai kan, atau.. gara-gara wanita itu! Ya, wanita yang bedaknya setebal kamus serta pemutih wajah yang menipu yang membuatnya seperti ‘badut’, wanita yang akhir-akhir ini mencoba mendekati teman terdekat,tersanyang, dan tercintai – ku yakin perasaan Amber seperti itu. Amber  merasa sangat jijik dengan tingkah pecicilan wanita badut tersebut, yang Amber tahu wanita itu sudah memiliki kekasih. ‘Buat apa dia mencoba mencari perhatian Key’ celoteh Amber dalam hati. Ingin sekali rasanya ia menggigit wanita badut itu. Err.. yang sabar Amber

Tak terasa pelajaran berlalu bagitu saja dan Amber sedari tadi hanya Asik dengan pikirannya sendiri sambil menopang dagu “ada apa?” Tanya sang Teman ketika melihat Amber melamun dan terlihat tidak memperhatikan apa yang diterangkan dosen

“hah? Tidak, hanya kesal saja”

“oh, kalau begitu aku pulang deluan” pamit sang teman berdiri sambil mengangkat tangan kanannya dengan artian aku-pergi-dulu

Amber mendongak keatas menatapnya “antar aku ya” pinta Amber memasang wajah pup eyes dan mencoba memperlihatkan lesung pipinya. Tunggu! Apa Amber punya lesung pipi? Ini misterius (?)

“kalau kau belikan bensin akan ku antar” oh Man.. kau pelit sekali terhadap temanmu yang satu ini

“huh! Dasar pelit, minta antarin aja ribet amat. Lebih baik aku pulang jalan kaki saja!” Amber tersenyum kecut lalu memayunkan bibirnya

“baiklah. Dah Amber.. aku deluan “ dia – tanpa merasa kasihan sedikit pun meninggalkan Amber  begitu saja dikelas. Dan Amber hanya bisa menggigit bukunya menahan diri agar tidak berteriak mencaci maki teman dekatnya itu. Yang belum kau ketahui bahwa Key – sang teman terdekat,tersayang,dan tercinta memiliki Predikat sebagai manusia ciptaan Tuhan yang paling pelit didunia.. ugh itu terlalu berlebihan, maksudnya seantreo kampus. Amber, aku sungguh-sungguh turut berduka cita kau bisa memiliki teman dekat –ah sebut saja dia sahabat Seperti dia. Dan satu fakta yang selalu membuatku bertanya-tanya, bagaimana bisa Amber begitu menyukai lelaki terpelit seantro kampus tersebut. Tidak tidak, Amber tidak menyukainya, tapi mencintainya. Oh man.. apa yang kau pikirkan Amber?! Bisa-bisanya kau menyukai lelaki seperti di.. oh baik-baiklah aku akan mendukung niat baikmu itu (ugh aku takut melihat tatapan Horor Amber yang baru saja ia tampakan). Oke kita lanjut kecerita

Key, lelaki yang notaben biasa-biasa saja kecuali rambutnya yang berkilauan itu –rambut emas kebanggaannya, yang hanya pernah sekali mentraktir Amber dan itu pun hanya membelikan Amber pentol di pinggir jalan –jangan perotes! Anggap saja ada pentol di korea, oke. Dan sisanya, Amber lah yang sering mentraktir Key. Sungguh beruntung kau Key memiliki sahabat seperti Amber.

Key, kapan kau menyadari perasaannya!

“eh laki! Salam buat Key ya, dan berikan ini padanya. Bilang dari Luna oke” tiba-tiba wanita badut ada disamping Amber dan memberikan sebuah permen kaki

“hah?! Buat apa? Penting banget ya. Kau punya mulut,tangan dan kaki kan? Jadi datangi orangnya sendiri!” kesal Amber menatap Sinis wanita badut –namanya siapa tadi? Tuna!. Apa badut itu tidak tau, Key itu milik Amber. *Amber, jangan lupa fulusnya, aku sudah membelamu tadi

“ah kau galak sekali, kau tidak tau aku ini gadis lugu yang sangat pemalu, tidak mungkin aku menghampirinya.. ayolah kau kan sahabatnya” ugh mendengar perkataan badut itu membuat Amber mual dan ingin muntah tepat diwajah luna

Amber menyeringai, dan itu bukan pertanda baik ”oh baiklah, sini berikan permennya” dia mengulurkan tangannya dan Luna – wanita badut itu memberikannya dan permen yang hanya satu dengan riang. Err Amber benar-benar ingin mengeluarkan isi perutnya “kalau begitu, sampai jumpa badut” Amber melambaikan tangannya terlihat ia menyeringai Kembali

“yah.. yah.. kenapa Kau makan permennya” ternyata itu arti dari seyum menyeringai Amber

“siapa suruh kau hanya memberikan satu. Ini bayaran sabagai uang cape. Ngerti” ucap Amber dan mengemut Kembali Permen yang seharusnya milik Key

“argh.. aku salah minta tolong, uh!” frustasi Luna yang membuat Amber begitu bahagia, dengan santainya Amber berlalu meninggalkan Gadis lugu yang sangat pemalu itu -_-

“ada apa sayang?” seorang lelaki berperawakan seperti Ayam merangkul luna mesra. Dan ku yakin lelaki itu adalah kekasihnya

Luna terkaget dan langsung menatap kekasihnya itu “sayang kau mengagetkan ku, ah tidak, tidak ada apa-apa, ayo pergi”

…………………………

“oi Key, sedang apa?” Amber menghampiri Key yang sedang asik menonton leptopnya didalam kelas yang sedang kosong

Key mendongak “oh Amber, kemari Filmnya seru” ia mengajak Amber duduk disebelahnya dan memperlihatkan Film yang ia tonton

“benarkah? Film apa itu?” Amber pun duduk tepat disamping Key dan mencoba merapatkan ke tempat duduk Key agar Filmnya terlihat lebih jelas

Dengan santainya Key menjawab “air terjun perawan”

Amber menjitak kepala Key dengan lembut “bodoh! Film macam apa itu” ucap Amber sakartis

“wehehe becanda. Ini Film Sillent Hill. Kau pernah nonton belum?”

“belum. Sepertinya seru”

“hm”

Mereka berdua pun asik dengan Film yang mereka tonton itu (oi Amber, kau lupa memberi salam dari luna untu Key) *sudah lupakan saja. Key memang hobi mengoleksi Flim-Flim dari Film anak- anak sampai Film Dewasa yang berepisod di simpannya juga lalu menjualnya kepada mahasiswa yang lain -_-“. Upss maaf Key aku tidak bermaksud membongkar Aibmu (@.@)\/

“hoi Amber. Garukin kepalaku ya, lama sekali kau tidak menggaruknya” pinta Key tanpa menoleh kearah lawan bicaranya. Apa sih enaknya digarukin pikir Amber

“perasaan baru dua hari yang lalu” jawab Amber malas

Key menoleh kearah Amber “hehe garukin sudah nah” pintanya lagi memasang senyum yang membuat Amber tidak berdaya. ‘Key! Jangan berikan aku senyuman seperti itu, kau terlihat begitu menawan. Someone Help me ‘ frustasi Amber dalam hati

“tapi kipasin aku juga” Amber mencoba melawan agar tidak terlihat rona merah dipipinya. Oh Amber kau begitu manis sekarang #colekAmber

“oke, kipasnya mana?”

“ini pake bukuku saja” Amber menyodorkan buku yang memang sedari tadi ia gunakan untuk mengipas-ngipas dirinya. Musim panas sudah menyerang Soul pemirsah

Amber mulai menggaruk-garuk kepala Key dan Key mengipas-ngipas Amber tanpa memalingkan pandangannya di leptop. Ini sungguh pemandangan yang aneh dan kau bisa membanyangkannya sendiri “woi.. kipas woi panas” protes Amber karena Key berhenti melakukan Aktivitasnya

“iya, iya. Ah enaknya..” Key sungguh merasa nikmat kepalanya digarukin oleh Amber. Amber hanya bisa memutar bola matanya

“enak, enak. Tanganku pegel tau! Apa sih enaknya” malas Amber

“enak tau mber.. ketika digaruk itu,, aku merasa seperti disurga..” ucap Key dengan gaya diva Khasnya. “alah lebay!” tutur Amber dan mendorong kepala Key serta merta menghentikan kegitannya itu

“aduh!” ringis Key memegang bagian kepala yang didorong atau bahasa Jermannya di-Tonjol. Ia menatap Amber horror. Hati-hati mber.. kau mau dimakannya #tanganauthordigigitKey

“hey hey hey.. kelas sudah mau dimulai. Pacaran mulu dua orang ini” oh itu Minho and the Gank yang tidak begitu teramat terkenal dikampus, yah mereka hanya sekumpulan orang-orang bodoh dan ga penting #authorbecanda#salamdamai. Minho and the gank pun merangkak (?) menuju kedua sahabat yang entah kapan akan menjadi dua sejoli itu

“eleh.. sirik bilang! Iri bilang!” sergah Amber merasa terganggu dengan mereka. Mengganggu ketika dia dan Key sedang berduaan

“eh lu mber! Sudah berani ngelunjak ya” dengan gaya Sok-sok an, si beling-beling Jonghyun menjitak kepala Amber

“iss sakit Jonghyung”sergah Amber mengelus-ngelus kepalanya yang dijitak. Amber tak mau kalah, ia berdiri dan balas menjitak kepala Jonghyun lebih keras

“yak! Amber! Kau benar-benar ngelunjak ya. Rasakan ini!” dengan sigap Jonghyung menaruh kepala Amber dalam keteknya yang dalam bahasa jepanganya Mempeteng leher Amber bagai seorang polisi yang sedang membekuk penjahat

“sudah sudah. Jangan ganggu temanku” Key melerai pertengkaran kedua anak manusia yang memiliki tingkat kegilaan di atas level Akhir. Dia raihnya Amber dan tanganya melesat dibahu Amber. Amber masih kesal dengan Jonghyun, ia mencoba menendang-nendang Jonghyun yang dengan sigap menangkisnya

“sudahlah.. hyung. Mari kita duduk bentar lagi kelas akan dimulai” yang sekarang mencoba melerai adalah si pemilik wajah polos + lugu + manis tapi sayang polosnya kelewatan – dia bernama Sungmin

“eh Amber kekantin yo” ajak Key tidak memperdulikan perkataan Sungmin. Lihatlah sungmin Memayunkan bibirnya, oh manis sekali.. :3

“ke kantin? Kelas mau dimulai Key”

“ayolah.. aku lapar”

“tapi teraktir aku”

“ga jadi deh” Key kembali duduk ditempat dan Amber hanya bisa menggigit tangan Sungmin yang tidak berdosa

.

.

Kelas telah usai, Amber bergegas untuk segera pulang kerumah tersayang, Doanya untuk hari ini adalah semoga ada malaikat datang dan mau mengantarnya pulang – yang dia harapkan itu adalah Key. Tapi apa daya, ketika ia melirik kearah tempat duduk Key, lelaki itu sudah mengilang ditelan angin (?) . “huh susah mengharap orang yang susah diharap” lirihnya sambil memakai tas punggung berwarna Merah – warna kesukaannya

Dengan langkah malas dia pulang dengan berjalan kaki, rumahnya memang tidak jauh sekitar 500 m lebih saja, tapi pada intinya ‘jalan kaki itu melelahkan’ ditambah barang bawaannya yang banyak. Ayolah Amber jangan mengeluh. Lagi-lagi dia berharap ada yang mau menumpanginya sekarang, karena sinar matahari yang begitu menyegat yang menyebabkan kakinya malas bergerak

“Yo!” malaikat datang padamu Amber

“eh Yo!” dia balik menyapa orang yang menyetopkan kendaraannya tepat disamping Amber

“mau ikut?”

“Tumben, kirain tadi sudah pulang” dia tidak memperdulikan pertanyaan orang yang sangat diharapkan mengantarnya tadi – dia Key

“hehe, tadi kekantin dulu makan” jawab Key santai memasang Senyum manisnya

Amber mengubah mimik wajahnya “ kenapa tidak mengajakku?” tanyanya dengan menyipikan satu matanya, seolah ia tidak terima karena tidak diajak Key tadi

“sudahlah.. mau ikut apa tidak?” sekarang giliran Key tidak menjawab pertanyaan Amber dan malah bertanya kembali

“Ikut!” jawab Amber pasti kemudian duduk dibelakang Key “nah Ayo jalan” ucapnya lagi

Sesuai harapan, hari ini Key mengantarnya pulang dan juga hal ini bisa dijadikan sebagai kesempatan bagus buat Amber untuk mengutarakan apa yang dirasakannya, meskipun harus mengambil resiko yang.. yang  bisa saja dia dan Key tidak bisa seperti dulu lagi. Disepanjang perjalanaan pulang, Amber asik dengan pikirannya tanpa memperdulikan celoteh-celotehan yang Key berikan

“Amber, sudah sampai. Hei! Kamu mendengarkanku “ key menggoyang-goyangkan motornya karena Amber belum turun-turun juga dari 1 menit yang lalu

Amber tersadar dari pikirannya, ia pun langsung turun dari motor Key

“kenapa kau?” Tanya Key

“tidak” elaknya, masih digeluti rasa bimbang. Apa ia akan mengutarakan atau tidak. Pilihlah yang terbaik Amber

“kalau, begitu aku pulang dulu. Dah Amber!” pamit Key dengan gaya Khasnya ketika berpamitan dengan Amber – mengangkat tangan kananya

“tunggu!” sergah Amber menarik baju Key

Key menoleh Kearahnya “ada apa?” Tanyanya memasang wajah polos

“Terimaksih banyak sudah Mengantarku” Amber sedikit merasa gugup

“ sama-sama teman” j

“dann…” Amber menghela nafasnya. Dengan setia Key menunggu kelanjutan kalimat yang ingin dia katakana “ a, aku.. Menyukaimu!” jujurnya

Key diam sesaat “Hey Amber! Apa kau sedang bercanda, kita kan hanya teman, teman dekat”

Amber menggigit bibirnya. Teman? Hanya teman dekat, mulai dari sekarang Amber membenci kata-kata itu. Oh ayolah Key jangan kau sakiti Amber “Teman? Jadi dari dulu kau hanya menganggapku teman! Kau memang sangat bodoh dan lamban. Tapi tidak sampai sebodoh dan selamban ini Key. Kau tidak mengerti perlakuanku padamu selama ini. Aku selalu perhatian padamu, semua kulakukan untukmu demi melihat senyummu itu. Aku selalu bahagia didekatmu. Tapi aku tidak tahu bagaimana denganmu, apa kau bahagia denganku? Apa kau pernah memikirkanku? Apa kau punya perasaan lebih padaku? Dan aku tahu semua jawabannya, aku hanya bisa menjadi temanmu, dan tidak bisa berada dihatimu” Amber tidak mau menangis didepan Key, itu akan sangat memalukan

“Aku tidak mengerti apa yang kau maksud Amber?” Key memang bodoh dan dia tidak mengerti apa yang dikatakan Amber. Dia hanya bisa duduk diam diatas motornya menatap mata Amber yang sudah memerah

“AKU MENYUKAIMU DAN AKU TIDAK SEDANG BERCANDA KEY!” jujurnya lagi dengan emosi yang memuncak

“tapi, Am..”

“iya aku tahu, kita teman, hanya teman. Baikalah, sekarang kau sudah tahu perasaanku. Dan kau tahu betapa sakit ketika kau,, ahh sudahlah” Amber menjadi malas menatap Key dan ia langsung meninggalkan Key masuk kedalam rumah, baru beberapa langkah dia berhenti dan Kembali menatap Key yang sudah berdiri disamping motornya “untuk besok dan seterusnya jangan pernah lagi muncul dihadapanku! Anggap saja aku sudah tiada! Dan satu kesimpulan yang kuketahui sekarang, bahwa kau HOMO” Amber langsung berlari masuk kedalam rumah dan menutup pintu dengan keras

Key diam. Mencerna perkataan Amber. Ia sadar bahwa ternyata selama ini Amber menyukainya dan rela mentarktir ketika Key tidak mempunyai uang, ia tahu Amber sangat baik padanya tapi dia tidak tahu bahwa Amber menyukainya. Dia memang bodoh, dia mengutuk dirinya sendiri karena sudah menyakiti perasaan Amber. TAPI AKU TIDAK HOMO AMBER teriaknya dalam hati

…………………

Didalam kamar berwarna Hijau toska, dia termenung, mem-flasback kembali kejadian tadi sore. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa ia harus menemuinya dan mengatakan maaf, namun terlambat. Amber sudah mengatakan padanya bahwa ‘jangan pernah kau muncul dihadapanku lagi’ dan kata-kata itu terus terngiang dipikirannya. Amber maaf kan aku lirihnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya

Di tempat yang lain, didalam kamar yang penuh dengan boneka minions. Gadis tomboy itu menutup wajahnya dengan bantal, agar suara isakannya tidak terdengar oleh orang rumah karena dia tidak mau ditertawakan karena telah dicampakkan lelaki. Menyesal ? dia menyesal, seharusnya dia tidak mengungkapkan perasaannya yang membuat hubungan mereka menjadi rumit sekarang. Apa mau dikata, penyesalan selalu datang terakhir. Amber kau harus kuat! Dia menyemangati dirinya sendiri. Dilepasnya bantal yang sedari tadi menutupi wajahnya, dan dia  menatap langit-langit kamar. Mengingat semua kebahagiannya dengan Key

Ini bukan pertama kalinya ia sakit hati. Tapi sakitnya ini lebih menyakitkan “aku tahu, hidupku memang penuh penolakan” lirihnya. Disekanya air mata yang kembali mengalir. Ditutupnya kedua matanya, mencoba kembali menenangkan pikirannya. Mungkin lebih baik merasa dicintai dan kehilangan dari pada tidak pernah dicintai sama sekali

………………….

“Jonghyun-shi apa kau melihat Amber” Key menanyai teman sepermain Amber yang sedang asik dengan ponselnya serta permen yang setia berada didalam mulutnya itu

Jonghyun menoleh kearahnya, dilepasnya permen dari mulutnya “Amber? Tadi sih ada, tapi sekarang tidak tahu kemana. Minho apa kau melihat Amber? “ Jonghyun malah bertanya pada Minho

“tidak, tapi aku ada lihat dia masuk keruang dosen dengan membawa sesuatu yang kurasa itu skripsinya” jawab Minho cukup pasti “kulihat juga, matanya begitu sembab. Apa dia belum makan ya ?”

Key memijat pelipisnya. Apa Amber memang tidak mau lagi bertemu dengannya, kenapa? Apa karena dia hanya menganggapnya teman, Key sungguh tidak mengerti apa yang dirasakan Amber sekarang bagaimanapun penampilannya dia juga seorang wanita. Tapi apa salahnya, teman akan bisa untuk selamanya pikir Key.

“hey ada apa denganmu diva?” Tanya Jonghyun menyenggol sikut Key

“argh.. aku pusing!!” Key melah menggaruk-garuk kepalanya dan pergi begitu saja meninggal mereka berdua yang hanya bisa menggeleng-geleng kepala, Minho merasakan sesuatu yang aneh dengan gelagat Key dan Amber. Jiwa detektifnya bertumbuh kembang, ia kepo dengan dua sejoli itu

“ada apa sih dengan Key dan Amber? “ Tanya Jonghyung sambil mengemut kembali permennya

“sepertinya ada sesuatu yang terjadi diantara mereka “ jawab Minho dengan mata menerawang

.

.

Luna. Sigadis lugu dan pemalu yang bedaknya ngalah-ngalahin badut semakin mulai berani mendekati Key. Lihatlah sekarang, bilangnya sih gadis pemalu tapi dengan pede dan sok kenalnya ia menyapa Key serta memberikan titik kelamah Key – permen kaki yang hanya satu buah dari Luna. Hanya satu! Satu pak napa -_-“

“oh Terimakasih” Key menunduk

“sama sama, kenalkan aku Luna” Luna memajukan tangannya mencoba berjabat tangan dengan Key

“tuna?, eh maksudnya luna. Senang bertemu denganmu” Key balas menjabat tangan tangan Luna.  Ia tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya. Amber lagi-lagi harus menahan sakit yang begitu menusuk di percepatnya langkahnya untuk segera pergi dari kampus yang membuatnya sesak nafas “ tidak ada harapan sedikit pun “ ucapnya. Amber benar-benar tidak tahan lagi, dia harus pergi menjauh dari Key

…………………

Seminggu berlalu dan Amber tidak pernah masuk ke kampus lagi. Key begitu khawatir mencoba menghubungi Amber dengan ponsel selulernya. Nihil, upayanya sia-sia karena nomer Amber sudah tidak Aktif lagi. Tanpa pikir panjang, Key langsung bergegas pergi ke kediaman Amber. Lagi-lagi upayanya sia-sia karena tidak seorang pun yang membukakan pintu untuknya. Key benar-benar mengutuk dirinya karena membuat Amber seperti ini. Key pun memilih kembali ke kampus

“hoi Key melamun mulu” senggol Minho yang sudah terduduk disamping Key

“kau tahu dimana Amber sekarang” Tanya Key lemas

“Amber? Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan kau dan dia?”

“…………” Key tak menjawab dan memalingkan wajahnya

“baiklah. Aku mengerti, mungkin kau belum bisa menceritakannya padaku. Oh ya aku dengar bahwa Amber cuti kuliah selama 2 Bulan”

Key kembali menoleh ke arah Minho “hah 2 bulan? Dia mau kemana cuti selama itu? Aku benar-benar pusing dibuatnya” Key menenggelamkan kepalanya. Apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia benar-benar merasa bersalah

“tenanglah. Yang harus kau lakukan adalah kau harus mengerti dirimu sendiri. Pikirkan apa yang kau inginkan dan pikirkan apa yang seharusnya benar kau lakukan” Minho memberikan sedikit nasihat pada Key yang sedang kalut

Pada kenyataannya Amber berada di tempat yang bisa membuatnya tenang dan Key tidak mungkin berada disana serta seorang yang membuatnya merasa lebih baikan

……………..

Waktu berlalu begitu cepat dan sekarang genap sebulan Amber menghilang dari hadapan Key. Lihat lah Key, sekarang dia tidak terlihat seperti Key yang biasanya, ia lebih banyak diam dan sering melamun yang terus dipikirkannya adalah Amber. Ia merindukannya, ia rindu senyumannya semua tentangnya dan sekarang ia benar-benar merasa kehilangan sebagian dirinya. Apa sekarang ia baru sadar bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Amber

Minho menjadi cemas dengan tingkah Key sekarang “ sebaiknya kau datang kembali kerumah Amber” saran Minho yang sedang bermain kerumah Key. Ia lihat kamar Key yang begitu berantakan serta sebuah vas foto Amber dengan Key disamping bantal tidur Key

Key menghela nafas “ya, akan ku coba” ucapnya lemas sambil merebahkan dirinya dikasur “semoga saja nanti ada yang membuka kan pintu “lirihnya. Key memang sudah berapa kali datang kerumah Amber dan tidak pernah seorangpun  yang menghiraukannya dan membukakan pintu untuknya. Apa keluarga Amber juga ikut membencinya? Entahlah..

Setelah Minho berpamitan dan pergi dengan mobilnya, Key mempersiapkan diri untuk menuju rumah Amber

Tok tok tok

“permisi, apa ada orang didalam, permisi” ucapnya ketika sudah berada didepan pintu rumah

Tok tok tok

“hallo… bisa minta sumbangannya. Siapa pun buka pintunya”

Key terus berusaha agar seseorang didalam membukakan pintu untuknya dan sang penghuni rumah benar-benar tidak tahan lagi untuk menghentikan aksi anarkis Key yang begitu bernafsu agar seseorang dirumah ini membukakannya pintu. Dibenaknya, Key sudah memegang batang pohon besar untuk mendobrak pintu rumahnya. Pikirannya terlalu berlebihan ya

Klek

Bunyi pintu dibuka dan membuat Key kaget, terdiam dan gugup seketika

“aku benar-benar tidak tahan lagi. Kau mengganggu tidurku anak muda “

“ma,maafkan saya sudah mengganggu tidur anda bi, saya hanya ingin bertemu dengan Amber. Apa Ambernya ada?” Key membungkukkan badannya lagi menatap seorang wanita yang merupakan Ibu biologis Amber

“aku sudah tahu kau pasti mencari Amber. Baiklah, karena bibi sudah tidak bisa tutup mulut lagi. Anak muda memang merepotkan”

“sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Amber bi?”

“sebaiknya kita bicara didalam” Ibu Amber pun masuk kedalam dan disusul oleh Key yang mengikutinya dibelakang. Ibu Amber mempersilahkan Key duduk, mereka pun kembali melanjutkan permbicarannya

“baiklah Key, bibi sudah tidak bisa merahasiakannya lagi. Bibi sudah cape karena hampir setiap hari kau menggedor-gedor rumahku” ucapnya sambil menatap kearah Key “Amber memutuskan untuk pergi kerumah neneknya. Dia bilang dia akan kembali, jika dia sudah siap bertemu denganmu. Dan dia berpesan kalau kau kemari jangan dibukakan pintu dan jangan beritahu dia, tapi bibi sudah tidak bisa merahasiakannya lagi. Sepertinya kau dan dia sedang mempunyai masalah?”

“be,benarkah dia dirumah neneknya, kalau saya boleh tahu di daerah mana rumahnya?” tanya Key tidak menjawab pertanyaan bibi, mungkin sedikit tidak sopan ya

“dia di desa Namsan, nanti bibi kasih tahu alamat lengkapnya. Tapi kau jawab dulu pertanyaan bibi tadi”

“maaf. Pertanyaan yang mana bi? “ Key memasang wajah polosnya

“apa kau dan Amber punya masalah ?” perjelasnya

“yah, mau bohong pun percuma bi..” akhirnya Key menceritakan semua yang terjadi pada Ibu Amber dari mulai Amber mengungkapkan perasaannya sampai ia bisa berada disini

“ternyata anakku sudah besar, tapi sepertinya dia melakukan hal yang salah, seharusnya Ia tidak melarikan diri seperti ini. Sebaikanya kau segera menjemputnya Key. Bibi juga rindu padanya. Bisakah kau membawanya pulang Key?”

“baik bi. Saya akan segera menjemputnya. Saya pamit dulu bi” pamit Key berdiri diikuti juga dengan Ibu Amber

“oh ya Key tunggu sebentar” cegahnya. Tak lama berselang bibi kembali menghampiri Key “ini alamatnya”

“terimakasih banyak bi. Saya pergi dulu” Key kembali membungkukkan badannya. Dan ibu Amber pun mengantarnya sampai didepan pintu depan

“hati-hati dijalan anak muda” Key tersenyum dan dengan segera ia menuju ke arah Motornya yang terpakir manis didepan rumah sahabat yang sekarang ia sayangi, tidak tidak. Yang ia cinta dan ia baru sadar akan hal itu karena hidupnya begitu hampa tanpa Amber

Key pergi menuju rumah Minho untuk meminjam mobilnya, tidak mungkinkan ia pergi Ke Desa Namsan yang terletak di daerah lingkungan Pil-dong di Jung-gu, distrik pusat kota soul, menggunaka motor bututnya itu. Maaf aku tidak bermaksud menghina motor kesayanganmu Key. Sesudah menerima persetujuan dari Minho untuk meminang (?) Mobilnya. Key pun langsung tancap gas menuju tempat dimana Amber berada

Menjelang senja, Key sudah berada di Namsa. Diperlanbatnya laju mobil untuk mencari alamat yang diberikan bibi – ibu Amber. Ia berharap-harap cemas, apakah ia bisa bertemu dengan Amber dan membawanya pulang. Ketika ia melewati jalan yang dihiasi sungai disampingnya. Ada sesuatu yang mengalihkan perhatiannya, dipertajam penglihatannya, diperhatikannya betul-betul sosok itu. Sosok seorang wanita barambut pendek dan begitu familiar. A! dengan langkah seribu, ia langsung menstop mobil dan keluar mengejar sosok itu

“Amber” Key denga pasti menepuk bahu itu. Seorang itu berbalik

“hah!”

“ma, maaf.. saya salah orang. Maaf “ membungkukkan badannya 90 derajat. Ia salah orang, kenapa Key mengira ibu-ibu ini adalah Amber hanya karena rambutnya pendek -_-. Dengan rasa malu, Key berbalik hendak kembali kedalam Mobil dan mencari kediaman yang sekarang Amber tampati

“K,Key!”

“Amber!”

Key terkaget, kerena ketika ia berbalik hendak kembali tiba-tiba saja orang yang sangat diharapkannya muncul didepannya sejarak 10 meter darinya. Dilihatnya Amber sedang membawa bungkusan. Mereka berdua terdiam dan atmosfer sekitar berubah sekitarpun berubah. Key mulai mendekati Amber, semakin dekat dan semakin dekat, Key pun ingin memeluknya

“STOP!” lantang Amber denga pose seperti seorang polisi yang akan menilang pengendara nakal “ada urusan apa kau kesini! Aku tidak ingin melihatmu” ucap Amber ketus menatap sinis Key

“A,Amber.. ku mohon dengarkan Aku” sergahnya mulai kembali mendekat

“stop! Jangan mendekat, kalau kau mendekat akau akan berteriak”

“Amber, kenapa kamu  jadi begini?

“kenapa? Kamu pikir kenapa? Itu semua karena kebodohanmua Key. Kalau aku bisa mengatakan kalau aku menyesal mengenalmu!”

“Amber aku tahu kau menyukaimu dan aku hanya menganggapmu teman. Tapi setelah kau pergi, aku merasa hampa, karena tidak ada lagi yang mentraktirku, menggaruk kepalaku, mengajakku jalan, membelikanku bensin, menyuruhku potong rambut” Amber melongo mendengar penuturan Key “ aku merasa kehilangan sebagian diriku. Aku begitu membutuhkanmu bukan sebagai tempatku meminta, tapi karena kau sudah menerima diriku apa adanya, kau terima kalau aku ini pelit, aku egois! Maafkan aku sudah menyakitimu. Aku memang tidak menyukaimu. Tapi aku Mencintaimu Amber”

Mendengar penuturan Key yang terakhir wajah Amber seketika berubah, ia tidak bisa menahan air matanya

“Amber. Mau kah kau menjadi temanku untuk selama-lamanya” permintaan yang indah. Amber yang mendengar itu semakin tak bisa membendung air matanya. Ditutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sebuah pelukan Hangat pun dirasakannya. Key mengusap rambut Amber dan mencium pucuk kepalanya

Amber tak tahan. Dengan semakin Key memeluknya semakin berat baginya untuk melepaskan. Dijauhkannya dirinya dengan mendorong dada bidang Key

“maaf Key”

“maksudmu?”

“aku tidak bisa bersamamu untuk sekarang”

“kenapa, bukankah kau menyukaiku, kenap Amber”

“Key aku tidak lagi menyukaimu, aku sudah melupakanmu. Jadi pergilah”

“Amber, apa maksudmu? Kau bercanda kan?”

“tidak ada kata bercanda untuk sekarang Key!”

“ta, tapi”

“Maaf aku harus pergi” Amber berjalan meninggalkan Key yang mematung tidak percaya dengan apa yang dikatakan Amber, semudah itukah ia melupakannya. Air matanya mengalir membasahi wajahnya. Key kuatlah, kau seorang lelaki kan “ tapi, kalau kau bisa menunggu, mungkin aku bisa kembali” lirih Amber kemudian berlalu pergi meninggalkan Key seorang diri

maaf bi aku tidak bisa membawanya pulang

…………………

“kenapa kau malah menolaknya?”

“itu bukan urasan paman!”

“bukan kah kau mencintainya juga”

“yak! Donghae! Kau bisa diam tidak!”

“baiklah. Kalau kau memang tidak mau cerita”

“…. Mungkin aku orang paling bodoh didunia, ke lewat bodoh, aku ingin dia merasakan apa yang kurasakan. Bagaimana sakitnya itu. Hatiku bukan ditusuk lagi tapi dibantai, meskipun aku tahu dia juga mencintaiku”

“jadi, ceritanya kau balas dendam ?”

“yah cinta memang bisa membuat orang bodoh semakin bodoh. Rela menyakiti diri sendiri untuk balas dendam. Aku memang bodoh”

“tenanglah.. tuhan punya rencananya sendiri nanti. Dan kau harus tetap semangat! Oke!”

“ya”

“senyumnya mana?”

“J”

………………………

Sudah 4 tahun sejak kejadian yang mengiris jiwa dan raga keduanya dan sekarang Amber mulai membuka bisnis mini restoran, yah memang jauh sekali dengan mata kuliah yang ia Ambil. Dan kuberi tahu sejak kejadian 4 tahun yang lalu Amber memilih untuk berhenti kuliah dan tinggal bersama neneknya serta pamanya – Donghae – ia mencoba untuk membuka bisnis kecil-kecilan hingga bisa membuka mini restoran seperti ini

Dan sekarang tepat dimana ia akan membuka secara resmi mini restonya di soul. Karena itu ia akan menyambut tamu-tamunya sendiri. Ia berdiri didepan pintu masuk, menyamput para pembeli yang tertarik dengan mini restonya. Banyak tamu yang ia tidak kenal tapi tidak dengan yang satu ini

“Yo!”

Amber terdiam, memperhatikan seseorang lelaki yang tersenyum kearahnya

“Yo” Amber pun membalas dengan senyuman yang tak kalah manis dari lelaki itu

“sudah sedikit feminism ya”

“kau terlihat seperti om-om Key”

…………..END…………

maaf ceritanya basi banget.. :”, typo masih berkeliaran

saya butuh Kritik dan saran anda

Iklan

6 pemikiran pada “[OneShot] FRIEND?

      1. Youry Lau

        sequel dong thor *toel2*
        thor req pairing amber ma member bigbang donk, haha *ditimpuk author* #kburwithHenry

  1. Anaknya kyungsoo

    Huwaaa 😥 koq sampe disini aja sich thor.
    Oh iya.kenalin aq reader baru.eh sebenarnya sich aq udah lama jadi reader disini.tapi ini first comment aq.mian yah baru komen:-D #peace

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s