CARELESS

 

 

Title : CARELESS

Author : .KaiSoo24.

Cast : Do KyungSoo, Kim Jong In, Oh Sehun

Lenght : Oneshoot

Genre : Sad, Angst, YAOI

Rate : T

 

NB : FF ini saya post dimana-mana. Jadi jangan ngamuk(?) kalau nemu FF kayak gini disana-sini 😀

 

—oOo—

 

 

“Kyung Soo hyung.” Pekik seorang pria yang sering disapa Jong In kepada seseorang yang ia anggap sebagai kakaknya, Kyung Soo.

“Jong In ? Kau sedang apa disini ?” Tanya Kyung Soo.

 

“Kau tahu, hyung ? Aku berkeliling sekolah mencarimu kemana-mana ternyata kau ada disini.”

 

“Kau ini ! Seperti baru berteman beberapa hari saja denganku. Bukankah dari awal kau masuk sekolah ini, kita memang sudah bertemu dan saling mengenal diperpustakaan ini ?! Dan kau tahu, kan ?! Jika tidak hanya berdiam dikelas atau dikantin, tempat favoriteku yaitu perpustakaan !” Protes Kyung Soo panjang lebar.

 

“Aku tahu, hyung.”

 

“Lalu ?”

 

“Pikiranku kacau jika sedang seperti ini.”

 

“Maksudmu ?”

 

“Aku sedang merindukanmu, hyung.” Ucap Jong In sambil berbisik ditelinga Kyung Soo.

 

“Apa ?!” Tanya Kyung Soo yang begitu terkejut.

 

“Kenapa, hyung ? Aku memang merindukanmu, bahkan sangat merindukanmu. Makanya aku rela berlari kesana kemari demi bisa menemuimu.”

 

“Kau ? Tak biasanya kau seperti ini, Jong In.”

 

“Kenapa ? Apa terdengar begitu aneh jika seorang adik merindukan sang kakak ?”

 

“Kau bukan adikku ! Kita hanya teman yang terpaut umur 1 tahun !” Ucap Kyung Soo polos.

 

“Baiklah aku mengerti kita hanya teman. Tapi, bagaimana jika aku memang merindukanmu, hyung ? Bahkan terkadang aku tidak bisa tidur hanya karena memikirkanmu.”

 

“A-apa ? Ada apa denganmu ? Apa kau sakit ?”

 

“Aku serius dan aku jujur dengan apa yang kukatakan tadi, hyung.” Jong In tampak memelas terhadap teman yang selalu dia anggap sebagai kakanya itu.

 

“O-oh.”

 

“Pulang nanti aku ikut denganmu, hyung.”

 

Sesaat KyungSoo mengalihkan pandangan dari buku-buku yang sedari tadi bersamanya, menatap manik mata Jong In yang penuh harap agar ia mau mengabulkan permohonan Jong In.

 

“Baiklah, kutunggu kau digerbang sekolah. Dan sekarang kembalilah kekelasmu !”

 

“Ya ? Terima kasih, hyung. Dan, a-aku ingin menemanimu disini.”

 

“Huh ! Terserah apa maumu !”

 

Mendengar pengakuan itu, Jong In hanya tersenyum riang kemudian mengeluarkan ponsel yang ada disaku celananya, mulai memainkan game andalannya, dan sedikit menimbulkan kebisingan atas aksinya yang tak terima dengan kekalahan.

 

“Jong In jangan berisik !” Seru Kyung Soo yang tetap mengunci pandangannya pada buku-buku yang ia pengang.

 

“Hm !” Terdengar suara deheman seorang pria dibelakang Kyung Soo dan JongIn.

 

“Eh ? Sehun.” Ucap Kyung Soo setelah menoleh kesumber suara itu, -sedangkan Jong In seperti tak menyadari kedatangan pria yang bernama Oh Sehun tersebut.

 

“Hey, Jong In !”

 

“Aaakkhhhh ! Sial aku kalah lagi !” Racau Jong In dihadapan layar ponselnya.

 

“Hey ! Kau berisik !” Kyung Soo geram.

 

“Aaa. M-maaf, hyung.

Eh ? Siapa dia ?” Tanya Jong In sambil menunjuk kearah Sehun.

 

“Kemana saja kau ? Dia ini satu angkatan denganmu hanya saja kalian berbeda kelas.”

 

“Oh ! Aku tidak tahu.” Jawab Jong In santai.

 

“Dan, kenapa kau tidak bilang kalau kau punya teman selain aku, hyung ?”

 

“Untuk apa kau tahu semua itu ?!”Jawab Kyung Soo tak kalah santai.

 

“Sehun, kenalkan ini Jong In.”

 

“Yang sewaktu itu kau ceritakan padaku, hyung ?” Tanya Sehun seraya melirik kearah JongIn.

 

“Iya.”

 

“Apa ? Kyung Soo hyung berbicara apa mengenai aku padamu ?”

 

“Tidak ada ! Aku hanya bilang padanya bahwa kau adalah teman yang paling dekat denganku hingga kau selalu mengaggapku sebagai kakakmu !” Jelas Kyung Soo sebelum dijawab oleh Sehun.

 

“Apa itu salah, hyung ?”

 

“Tidak juga. Ah ! Sudahlah, Jong In. Kau kembalilah ke kelasmu ! Jika kau tidak ingin kembali ke kelasmu, aku tidak akan menunggumu saat pulang sekolah nanti !”

 

“Kenapa kau tidak menyuruh Sehun untuk kembali ke kelasnya juga ?”

 

“Dia kemari karna dia memintaku untuk membantunya mengerjakan tugas.”

 

“Kalau begitu bantu aku juga, hyung.”

 

“Kau nanti saja dirumah ! Hey ! Bukankah sudah kubilang cepatlah kembali ke kelasmu sekarang ?!”

 

“Huh ! Baiklah.”

 

JongIn berlalu meninggalkan Kyung Soo dan juga Sehun -dengan tidak begitu semangat- sambil sesekali meracau karena kesal.

______

 

“Hyung !”

 

“Ah kau lama sekali, Jong In !”

 

“Maaf, hyung. Tadi aku dihukum guru Kim karena tugasku tidak kubawa.”

 

“Bukan tidak kau bawa, tapi tidak kau kerjakan !” Gerutu Kyung Soo.

 

“Aku malas, hyung ! Makanya temani aku belajar.”

 

“Kenapa kau jadi manja seperti itu, huh ? Kau tampak aneh, Jong In.”

 

“Menurutku biasa saja ! Ah, ayolah hyung temani aku menyelesaikan semua tugas-tugasku. Atau tidak besok aku tidak akan diikutkan dalam mata pelajaran guru Kim.”

 

“Huh ! Baiklah, pemalas ! Nanti malam kau saja yang kerumahku. Aku takut jika aku tidak diizinkan pergi oleh ibuku.”

 

“Aku pemalas, dan kau anak yang sedikit dikekang oleh ibumu. Itu artinya ibumu menghalangimu untuk melakukan aktifitas lebih sehingga dapat dikatakan bahwa kau akan menjadi malas karna semua halangan dari ibumu itu. Jadi, jika kau mulai malas dan aku yang memang malas, itu artinya kita berjodoh, hyung !”

 

“Kau salah mengartikan, bodoh ! Ah ! Cepatlah ! Ayo kita pulang, aku sudah lelah.”

 

JongIn hanya menurut pada Kyung Soo dan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Kyung Soo untuk pulang kearah rumah yang sama.

 

Belum begitu jauh Kyung Soo dan Jong In melangkah meninggalkan gerbang sekolah, terdengar sebuah suara memanggil nama Kyung Soo.

 

“Kyung Soo hyung, tunggu !”

 

Dan secara bersamaan Kyung Soo juga Jong In menoleh lalu menjawab panggilan itu.

 

Soo : “Sehun ?”

Jong In : “Kau lagi ?”

 

“Iya, hyung. Ini aku, Sehun.”

 

“Iya aku tahu. Ada apa ?” Tanya Kyung Soo pada Sehun -tanpa memperdulikan seperti apa reaksi Jong In saat itu.

 

“Terimakasih atas yang kau ajarkan tadi, hyung. Aku mendapat nilai baik berkat bantuanmu.”

 

“Oh ? I-iya sama-sama, Sehun.”

 

“Maukah kau mengajarkanku lagi ? Aku ada satu tugas lagi dan menurutku itu lebih menyulitkan dari sebelumnya, hyung.”

 

“Apa ?!” Sambung Jong In.

 

“Baiklah. Datanglah kerumahku nanti malam.” Jawab Kyung Soo -yang lagi-lagi tidak memperdulikan Jong In.

 

“Benarkah ? Terimakasih, hyung.

Ah, kalau begitu aku pulang duluan, hyung. Ayahku sudah menjemputku.” UcapSehun sambil tersenyum kearah Kyung Soo, lalu kearah Jong In. Jong In hanya begidik dan sesekali meracau.

 

“Semoga nanti malam dia tersesat.”

 

“Mana mungkin ! Dia sudah sebelas kali kerumahku !”

 

“Apa ?! Benarkah ? Ada keperluan apa dia kerumahmu, hyung ?”

 

“Minta dibuatkan spaghetti !” Jawab Kyung Soo santai, dan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

 

Jong In tampak geram sambil mengacak rambutnya kesal, kemudian mengejar Kyung Soo yang baru saja meninggalkannya.

_______

 

“Apa ? Baekhyun dan Chanyeol.. M-mereka berpacaran ?” Tanya Kyung Soo yang terkejut saat mendengar apa yang diceritakan oleh Sehun.

 

“Iya, hyung. Dan menurut kabar yang pernah kudengar, mereka berdua memang sudah telihat seperti seorang gay sejak kelas dua. Dan tanggapan-tanggapan itu dibenarkan setelah salah satu teman Chanyeol hyung mengetahui kalau mereka telah berpacaran.” Jelas Sehun panjang lebar.

 

Kyung Soo begitu antusias mendengar hal tersebut sambil sesekali bergidik ngeri karna mengetahui ada senior disekolahnya yang ternyata adalah seorang gay -sampai-sampai ia lupa bahwa tujuan Sehun datang kerumahnya adalah untuk belajar.

 

“Kau nampak jijik, hyung.”

 

“Tentu saja ! Apa kau tidak ? Gay adalah sesuatu yang mengerikan dan sangat menjijikkan bagiku.”

 

“Aku ? Aku tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu.” Jawab Sehun dengan ekspresinya yang datar.

 

“Tapi kau bukan seorang gay, kan ?” Tanya Kyung Soo polos.

 

“Tentu saja bukan, hyung.”

 

Kyung Soo menghela nafas lega setelah mendengar pengakuan Sehun -yang terdengar sedang tidak berbohong.

 

Ting.. Tong..

 

“Itu pasti Jong In. Sebentar aku bukakan pintu untuknya dulu.”

 

Klekk..

 

“Kenapa baru datang jam segini ?”

 

“Kenapa ? Dirumahku masih jam tujuh !” Jawab Jong In sambil berlalu memasuki rumah Kyung Soo.

 

“Jam tujuh ? Ini sudah jam sembilan malam, Jong In !”

 

“Oh ! Berarti aku lupa bahwa jam dirumahku kuperlambat dua jam.” KyungSoo hanya memasang ekspresi kesal -sambil menutup pintu rumahnya- dan menyusul keruangan tempatnya mengajarkan Sehun.

_______

 

“Hyung, terimakasih atas pelajaran malam ini. Semoga aku mendapat hasil yang baik lagi besok.”

 

“Ya, sama-sama dan aku juga berharap begitu.”

 

“Aku pulang dulu, hyung.”

 

“Baiklah. Hati-hati dijalan.”

 

Setelah mengantar Sehun hingga digerbang rumahnya, Kyung Soo segera masuk kembali kerumahnya dan menemui JongIn.

 

“Dasar pemalas ! Dia bilang ingin belajar, tapi hanya sibuk berkencan gengan gamenya !” Kyung Soo geram.

 

Plakk !

 

Kyung Soo memukul bokong Jong In yang tertidur disofa rumahnya.

 

“Hey ! Cepat bangun dan pulanglah ! Kenapa kau tidur disini ?!”

 

Usaha Kyung Soo tak sia-sia, Jong In terbangun dan beranjak pergi. Namun, nampaknya Jong In salah arah, Jong In mengarahkan langkah kakinya menuju kamar Kyung Soo.

 

“Kau mau kemana, Jong In ? Pintunya disebelah sana !” Ucap Kyung Soo sambil menunjuk arah pintu keluar rumahnya.

 

“Aku ingin tidur disini, hyung.”

“Apa ?!”

______

 

“Hey geser sedikit !” Protes Kyung Soo pada Jong In yang nampak terlelap di atas ranjang Kyung Soo.

 

“Jong In !”

 

“Aaahh ! Ada apa, hyung ? Izinkanlah aku tidur disini untuk malam ini saja.” Jawab JongIn dengan mata yang masih terpejam.

 

“Iya kuizinkan tapi bergeserlah sedikit, Kim Jong In !”

 

Tak ada jawaban dan Jong In hanya menurut untuk sedikit bergeser.

 

Tak lama kemudian..

 

Grepp..

 

Tanpa Kyung Soo duga lengan jenjang Jong In merengkuh tubuh Kyung Soo yang berada dalam posisi membelakangi JongIn.

 

“Hey ! A-apa yang kau lakukan ?” Tanya Kyung Soo gelagapan.

 

“Jadi kau belum tidur ? Lepaskan, Jong In !”

 

“Tadi aku hanya berura-pura tertidur. Emm.. Tidak ! Aku tidak mau melepaskanmu, hyung !”

 

“Tapi…” Ucapan Kyung Soo terhenti.

 

“Kyung Soo hyung !”

 

“I-iya ?”

 

“Ada yang ingin kukatakan padamu.”

 

“Apa ?”

 

“AKU MENCINTAIMU !”

 

“Aaa ?! A-apa katamu ?”

 

“Aku bilang aku mencintaimu, hyung.”

 

KyungSoo terdiam sejenak sambil berusaha mencerna tentang apa yang diucapkan Jong In tadi.

 

“Pulanglah !” Ucap Kyung Soo mencoba mengalihkan pembicaraan.

 

“Hyung aku tidak sedang bercanda.” Ucap Jong In serius.

 

“Cepatlah pulang ! Besok kita bisa bertemu lagi disekolah !”

 

Dengan perasaan sedikit kecewa Jong In hanya menuruti apa yang diperintahkan Kyung Soo untuk segera pulang. Tak perduli dengan malam yang sudah larut, Kyung Soo tetap dengan keputusannya untuk meminta Jong In segera pulang.

______

 

Kekacauan yang menyeruak dibenak Kyung Soo membuatnya tak dapat tidur. Bagaimana tidak, Jong In, adik kelas yang sudah ia kenal hampir selama setahun, yang ia anggap sebagai sahabat dekat, yang ia anggap sebagai adiknya sendiri meskipun tak pernah ia utarakan secara langsung, dan selalu berpura-pura mengelak jika Jong In mengetakan bahwa ia adalah kakaknya. Namun untuk saat ini, KyungSoo tak dapat memastikan apakah ia juga akan berpua-pura mengelak dari perasaan Jong In, atau memang seharusnya mengelak.

 

“Kau gay, Kim Jong In ? Sungguh tak dapat kupercaya.” Gerutu Kyung Soo sendiri.

_______

 

“Hyung !” Pekik Jong In.

 

Sejenak Kyung Soo menghentikan langkahnya dan terdiam tanpa berbalik kesumber pekikan Jong In.

 

“Kyung Soo hyung !”

 

“A-ada apa, Jong In ? Maaf aku harus segera ke kelasku !” Jawab Kyung Soo kemudian berlari meninggalkan Jong In.

 

JongIn hanya terpaku melihat sikap Kyung Soo yang mulai berubah.

 

“Ada apa dengan Kyung Soo hyung? Apa dia membenciku karna perkatanku tadi malam ? Tapi dia tak semudah itu marah apalagi denganku.” Cetus JongIn.

_______

 

“Hyung, aku ingin makan spaghetti.” Pinta Sehun.

 

“Datanglah kerumahku nanti malam !”

 

“Benarkah ? Baiklah. Terimakasih hyung.” Ucap Sehun dengan begitu ceria.

_______

 

“Hyung ! Kyung Soo hyung !” Teriak Jong In sambil berlari mengejar Kyung Soo.

 

“Hyung, kau mencoba meninggalkanku, huh ?”

 

“J-jong In ? T-tapi kau tidak ada memintaku untuk menunggumu.”

 

“Tadi pagi aku ingin mengatakannya agar kau menungguku saat pulang nanti, tapi kau bilang kau harus segera ke kelasmu dan langsung pergi meninggalkanku. Dan saat istirahat tadi aku mencari ke kelasmu kau tak ada, aku kekantin dan keperpustakaan kau juga tidak ada. Dan sekarang syukurlah aku masih bisa mengejarmu.” Jelas Jong In panjang lebar -namun masih berusaha menstabilkan nafasannya.

 

KyungSoo hanya membulatkan mulutnya pertanda ber-oh kemudian langsung melanjutkan langkahnya lagi.

 

“Hyung aku lapar.” Ungkap Jong In sedikit memelas.

 

“Makanya percepat langkahmu agar segera sampai dirumah lalu minta dibuatkan makan siang oleh ibumu.”

 

“Tapi aku mau kau yang membuatkannya untukku, hyung.”

 

“Tapi aku bukan ibumu !” Jawab Kyung Soo datar dan mempercepat langkahnya.

 

Lagi, Kyung Soo berusaha meninggalkan Jong In.

 

Jong In yang ditinggal pun hanya dapat kembali melangkah lesu sambil sesekali bergerutu.

 

“Kau marah, hyung ? Kenapa kau meninggalkanku ?” Tanya-nya sendiri.

_______

 

“Hyung ! Bolehkah aku minta dibuatkan spaghetti seperti ini setiap hari olehmu ? Rasanya benar-benar enak, hyung.”

 

“Benarkah ? Kalau begitu kau boleh setiap hari datang kemari.”

 

“Sungguh ? Terima kasih, hyung. Tapi, buatkan untukku disekolah juga.” Pinta Sehun dengan sedikit manja.

 

“Baiklah ! Istirahat besok temui aku disamping perpustakaan. Dan akan kuberikan bekal spaghetti untukmu.”

 

“Terima kasih, hyung. Sungguh aku akan lebih senang jika kau benar-benar mengaggapku sebagai adikmu sendiri.”

 

Tak ada jawaban lagi dari mulut Kyung Soo. Ia hanya terdiam dan memperhatikan Sehun yang dengan lahapnya memakan spaghetti buatannya. Kyung Soo teringat akan Jong In setelah mendengar pernyataan Sehun -sungguh aku akan lebih senang jika kau mengaggapku sebagai adikmu sendiri. Jika Sehun merasa senang, ia yakin bahwa Jong In juga pasti merasa begitu senang atas hal tersebut. Namun semuanya berubah setelah Jong In mengutarakan perasaannya pada Kyung Soo dimalam sebelumnya. Kyung Soo begitu tidak menyukai seorang pria gay, tapi seorang yang sudah ia kenal cukup lama, Jong In, seperti tidak lagi mengharap dianggap sebagai seorang adik sendiri bagi Kyung Soo, melainkan lebih dari itu.

 

Ting.. Tong..

 

Kyung Soo tersadar dari lamunannya setelah mendengar bel rumahnya dan kemudian beranjak membukakan pintu.

 

“Biar ibu saja yang membukakan pintunya ! Kau lanjutkan saja makan malammu bersama Sehun.” Seru ibu Kyung Soo.

 

KyungSoo hanya menurut dan kembali menikmati hidangan makan malamnya bersama Sehun.

 

“Sehunnie !”

 

“Iya, hyung ?”

 

“Maukah kau membantuku ?”

 

“Apa ?”

 

“Jauhkan Jong In dari aku. Jika perlu jauhkan dia dari kehidupanku juga !”

 

“Hyung ?” Ucap seseorang lagi.

 

Seseorang tersebut tak lain adalah Jong In. Ia sempat mendengar dengan jelas mengenai apa yang baru saja Kyung Soo ucapkan.

 

JongIn tak dapat memastikan bagaimana sakitnya saat ia mendengar pernyataan tersebut. Jong In merasakan sesak yang luar biasa. Seorang pria yang dapat dikatakan begitu manly, namun jika dihadapan Kyung Soo selalu bermanja ria, hanya dapat meringis kesakitan dalam hatinya. Matanya mulai memanas saat KyungSoo benar-benar menatapnya dengan ekspresi datar -tanpa wajah merasa bersalah sedikit pun atas apa yang telah diucapkannya.

 

“Hyung. Kenapa kau memintaku untuk mejauhkan dia darimu ?” Tanya Sehun memecah keheningan sesaat.

 

“Dia gay !” Jawab Kyung Soo datar.

 

“A-apa ?” Sehun hanya terkejut mendengar hal tersebut.

 

“Hyung, maafkan aku !”

 

“Untuk apa ?! Aku benci gay !” Ucapnya -yang lagi-lagi dengan ekspresi datar.

 

“Tapi aku akan berusaha menghilangkan penyakit gayku itu, hyung !”

 

“Aku rasa sudah terlambat untukmu melakukan semuanya ! Karena aku sudah terlanjur mengetahui bahwa kau adalah seorang gay, dan aku jijik dengan hal itu !”

 

“Hyung.” Lirih Jong In -lagi.

 

“Pulanglah ! Aku tidak memintamu datang kemari untuk belajar, bukan ? Dan, kufikir kau bisa belajar sendiri dirumah mulai sekarang !”

 

JongIn tak dapat mengelak bahwa yang ia rasakan saat ini hanyalah kepedihan yang mendalam. Emosi yang mencuat karena merasa dipermalukan dihadapan Sehun, terlebih dihadapan ibu Kyung Soo. Namun mengingat Kyung Soo adalah pria yang ia cintai, secara spontan Jong In tak dapat melakukan apa-apa, selain meringis kesakitan karena menahan tangis yang mulai tak mampu ia bendung.

_______

 

“Kau sudah lama berada disini, hyung ? Maaf tadi aku harus menyelesaikan tugasku dulu.” Ucap Sehun dengan nafas yang masih tersengal.

 

“Tidak. Aku juga baru tiba disini. Ah ! Ini bekal spaghetti yang kau minta buatkan tadi malam.”

 

“Suapkan aku, hyung !” Pinta Sehun bernada manja.

 

Kyung Soo hanya mengagguk bersedia tanpa memperdulikan keberadaan orang sekitar yang melihat tingkah manja Sehun. Dan diantara orang-orang tersebut salah satunya adalah Kim Jong In. Melihat hal yang menurutnya sungguh tidak adil itu benar-benar membuat suasana disekitarnya mendadak memanas. Kedua tangan yang tengah terkepal menampakkan urat biru pria berkulit tan itu.Ditambah dengan Kyung Soo yang dengan senang hati memenuhi pemintaan Sehun, membuat salah satu tangan yang terkepal itu siap menghantam apapun yang ada dihadapannya, meski benda keras sekalipun.

 

“Oh Sehun ! Kau..!” Gerutu Jong In yang masih mengunci pandangannya kepada dua orang yang berada disebelah perpustakaan sekolah itu.

______

 

“Ada apa malam-malam begini kau menyuruhku datang ketempat yang sepi seperti ini ?” Tanya Sehun pada Jong In yang hanya menatapnya dengan perasaan dendam.

 

“JongIn !” Sahut Sehun sekali lagi karena belum mendapatkan respon dari Jong In.

 

JongIn masih diselimuti emosi, kedua tangannya kembali terkepal dan siap menghantam apapun yang ada dihadapannya, salah satunya Sehun.

 

“Kau.. !” Ucap Jong In sambil mendekat pada Sehun.

 

Bugh

 

Dengan sigap kepalan tangan Jong In berhasil menghantam sisi bibir tipis Sehun dan membuatnya tersungkur saat itu juga.

 

“Akh ! A-apa yang kau lakukan, Jong In ?”

 

“Kau merebutnya dariku ! Kau telah membuat semua perhatiannya teralih dariku !” Ucap JongIn semakin emosi.

 

“Apa maksudmu ?”

 

“Jangan berpura-pura bodoh !”

 

Bugh

 

Dan lagi, Jong In menghantam Sehun -yang belum sepenuhnya berdiri- hingga Sehun kembali tersungkur.

 

“Akh !” Jerit Sehun yang merasakan sakit disisi bibirnya hingga menimbulkan bercak darah disana.

 

“Setiap aku melihatmu mendekatinya, hanya membuat emosiku semakin mencuat !”

 

“D-dengarkan penjelasanku dulu !” Rintih Sehun.

 

Bugh

 

Tak ada perlawanan dari Sehun yang tengah tersungkur tak berdaya akibat aksi brutal Jong In. Dan tak sekalipun Jong In memberikan kesempatan pada Sehun yang ingin mengatakan sesuatu padanya.

 

“Saat melihatmu bertingkah manja dihadapannya, hanya membuatku ingin segera menghabisimu, Oh Sehun !”

 

Bugh

 

“Dan semua itu membuatku tak tahan ! Memang seharusnya kuhabisi kau sekarang juga !”

 

“HENTIKAN !” Bentak sesorang.

 

Sumber suara tersebut berasal dari arah belakang Jong In yang dalam keadaan bertungging sambil mencengkram kerah baju Sehun. Kembali berniat melampiaskan seluruh emosinya dengan tangan yang terus terkepal. Namun setelah mendengar bentakkan yang baru saja terlintas di indra pendengaran Jong In dan Sehun, spontan menggagalkan jarak antara kepalan tangan Jong In dan sisi bibir Sehun kembali terhapus. Selang beberapa detik kemudian, JongIn melonggarkan cengkraman kasarnya di kerah baju Sehun, membiarkan Sehun benar-benar tersungkur tak berdaya, kemudian dengan tanpa ragu berbalik kearah sumber suara yang memberhentikan aksinya.

 

Seakan tercekat, JongIn terdiam saat mendapati Kyung Soo yang dengan geram menatapnya penuh kekecewaan.

 

Perlahan pria bertubuh mungil itu melangkah mendekati JongIn dan masih tetap mengunci tatapannya kearah Jong In, tatapan yang benar-benar mengerikan menurut Jong In dan seakan mampu menambah ketercabikan hatinya. Perlahan langkah Kyung Soo semakin mendekat dengan Jong In, kemudian langkah Kyung Soo terhenti saat berada tepat di hadapan Jong In. Jong In menundukkan kepalanya, melempar tatapannya kearah lain dari tatapan pria mungil dihadapannya itu. Dengan perasaan pasrah, Jong In kembali membalas tatapan Kyung Soo yang seakan menggambarkan bahwa ia siap menerima apapun yang akan dilakukan Kyung Soo nantinya.

 

Plak

 

Sebuah tamparan dari jemari mungil Kyung Soo mendarat diwajah Jong In. Sehun yang menyaksikan hal tersebut tersentak dalam keadaannya yang masih tersungkur.

 

“Hyung..” Sahut Jong In yang terdengar begitu lirih.

 

“Apa yang kau lakukan padanya ?!” Tanya Kyung Soo dengan nada bicaranya yang pelan namun terkesan menyeramkan.

 

Kyung Soo beralih memandang Sehun. Melihat Sehun yang sudah tak berdaya dan terdapat bercak darah disisi bibirnya, membuat Kyung Soo semakin geram. Kembali KyungS oo beralih menatap Jong In.

 

“Maaf, hyung.” Jong In kembali terunduk. Tak mampu membalas tatapan Kyung Soo yang semakin dipenuhi rasa amarah, melebihi amarah Jong In terhadap Sehun.

“Sudah berapa kali kukatakan padamu untuk berhenti melakukan hal ini terhadap orang lain ?! Aku benar-benar menyesal harus mengenal dan berteman dengan orang sepetimu !”

 

“Kumohon maafkan aku, hyung. Aku melakukan semua ini agar aku mendapatkan kembali semua perhatianmu padaku yang telah direbut begitu saja oleh Sehun.” Jawab JongIn yang lagi-lagi terdengar lirih.

 

“Tapi tak harus dengan perlakuan seperti ini, Kim JongIn ! Aku benar-benar kecewa padamu !”

 

Kepalan tangan yang tadi menggenggam erat seluruh emosi Jong In kini menyisakan rongga disetiap jemarinya. Jiwa panas Jong In pun seketika berubah melemah, kembali menyisakan sakit sama seperti saat ia melihat Kyung Soo menuruti setiap pemintaan Sehun. Dan kali ini, Kyung Soo lebih membela Sehun dan bahkan menaruh kekecewaan yang mendalam padanya.

 

“Aku sadar, hyung. Aku sadar apa yang telah kulakukan memang sangat keterlaluan. Aku siap menerima balasan dari Sehun. Bahkan jika kau juga ingin menghukumku atas perlakuanku tadi aku siap menerima hukuman itu. Asal setelah itu kau mau memaafkanku, hyung.”

 

“Tidak ada gunanya Sehun maupun aku membalas perbuatanmu ! Jika aku membalasmu, itu artinya aku tidak ada bedanya denganmu. Dan tidak ada gunanya pula aku memaafkanmu ! Itu tak akan merubah keadaan ! Aku telah terlanjur kecewa padamu dan akan tetap kecewa pada pria tak punya hati sepertimu !” Ucap Kyung Soo. Kemudian beralih kearah Sehun, membantu Sehun berdiri dan menuntunnya untuk segera pulang.

 

Sakit ! Rasa sakit dihati Jong In semakin menyesakkan dadanya. Hati yang berhasil dicabik dengan liarnya oleh perkataan Kyung Soo menjadikannya seakan tak mampu bernafas.

 

Kyung Soo telah berlalu sambil mengiringi langkah Sehun, meninggalkan Jong In sendiri tanpa rasa kepedulian sedikit pun terhadap Jong In.

 

Kaki yang semakin melemah dan tak mampu menopang tubuh jangkung Jong In, membuatnya tersimpuh dengan kedua lututnya. Telapak tangan kiri Jong In meremas dada sesaknya dibalik kaos yang ia kenakan, dan telapak tangan kanan yang membantu menopang tubuhnya dijalan sepi, jalan yang menjadi saksi pelampiasan emosinya terhadap Sehun, sekaligus tempat pertama kalinya ia melihat Kyung Soo memancarkan tatapan yang benar-banar mengerikan baginya.

 

“Maaf.. kan aku.. hyung.” Lirih Jong In yang tanpa sadar telah mengisakkan tangisnya.

______

 

“Aaww. Pelan-pelan, hyung !” Jerit Sehun saat merasakan perih disisi bibirnya ketika Kyung Soo memberikan obat luka padanya.

 

“Apa JongIn yang menyuruhmu untuk datang ketempat itu ?”

 

“I-iya, hyung.”

 

“Hah ! Benar-benar manusia yang tak berprikemanusiaan !” Cetus Kyung Soo.

 

“Kau benar-benar kecewa padanya, hyung ?”

 

“Bahkan aku membencinya ! Rupanya berkelahi dan menghabisi seseorang sudah menjadi bagian dari hidupnya.”

 

“Apa maksudmu, hyung ?””Ini bukanlah petama kalinya Jong In melakukan hal yang sama seperti ia lakukan padamu ! Sebelumnya ia juga pernah hampir menghabisi orang lain di tempat itu.”

 

“S-siapa ?”

 

“Seseorang yang pernah mencoba menggangguku.”

 

“Hey ! Kau terlihat seperti wanita !” Ejek seorang pria bertampang sangar tehadap Kyung Soo.

 

“Apa maksudmu ?!” Tanya Kyung Soo yang merasa tak terima dengan ucapan pria sangar dihadapannya.

 

“Serahkan semua barang yang kau miliki !”

 

“Saat ini aku hanya membawa telur ! Jadi yang kumiliki saat ini hanya telur dalam kantong plastik ini. Jika kau mau ambil-lah satu !” Jawab Kyung Soo polos.

 

“Hey ! Kau tampak berpura-pura polos ! Aku tak meminta telur yang kau bawa dikantung plastikmu itu, tapi uangmu !”

 

“Uangku telah habis !”

 

“Jangan mencoba membohongiku !” Ancam pria sangar itu sambil mendekat kearah Kyung Soo, mencengkram kerah baju Kyung Soo dan mencoba memberikan hantaman pada KyungSoo.

 

“HENTIKAN !” Bentak Jong In yang secara tiba-tiba berada dibelakang pria sangar tersebut.

 

Bugh

 

Dengan sigap Jong In menghantam pria sangar tersebut sebelum ia menghabisi Kyung Soo.

“Pada saat itu masih bisa kutolerir. Karena bagaimana pun juga Jong In menyelamatkanku.”

 

Sehun ber-oh sejenak.

 

“Lalu, apa yang membuatmu membencinya saat ini ?

 

“Untuk yang kedua kalinya aku melihat Jong In menghantam seorang pria. Namun kali ini berbeda. Seseorang yang ingin dihabisi Jong In bukanlah seseorang yang sepenuhnya bersalah. Hanya karena pria tersebut menumpahkan air minumku saat dikantin. Jong In salah paham dan mengira pria itu mencari masalah denganku. Hingga pada saat pulang sekolah Jong In menyeret pria tersebut kejalan itu lagi dan melampiaskan seluruh emosinya.

 

“Lalu ?” Sahut Sehun sesekali.

 

“Saat aku melewati jalan itu, aku melihat pria itu tengah tersungkur tak berdaya dalam cengkraman Jong In. Aku benar-benar kecewa saat itu, tapi melihatnya yang begitu merintih meminta maaf padaku, aku memintanya berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi meskipun emosinya benar-benar tak mampu ia kendalikan. Ia mampu berjanji dan aku memaafkannya. Tapi, kali ini ia melanggar semua itu. Itulah yang membuatku berfikir bahwa Jong In pria yang tak mampu mengendalikan emosinya, selalu berbuat sesuka hatinya, bahkan tak dapat dipercaya !” Jelas Kyung Soo panjang lebar.

 

Sehun begitu antusias mendengarkan semua penjelasan Kyung Soo. Dan kedua pria itupun terlarut dalam cerita sehingga lupa akan waktu yang semakin larut.

 

“Hey ! Kau tak ingin pulang ? Malam telah larut !”

 

“Aku baru akan minta dijemut, hyung.”

_____

 

“Hyung.. I-ini ada surat untukmu. Surat dar Jong In. Maaf aku baru memberikannya padamu. Aku menemukannya dikantong tasku dan kemungkinan surat ini sejak satu hari yang lalu.” Ungkap Sehun pada Kyung Soo degan nafas ter-engah -akibat berlari-lari menemui Kyun Soo di perpustakaan.

 

“Surat apa ?”

 

“Aku tidak tahu. Kau bacalah sendiri, hyung.”

 

Sesaat kemudian Kyung Soo mengambil surat dari genggeman Sehun. Dibukanya secara perlahan surat itu..

 

To : Kyung Soo hyung.

_______________________________

 

Hallo, hyung…

 

Kau masih mengingatku ? Kuharap begitu.

Ini aku, Kim Jong In. Orang yang mungkin telah kau benci dan tetap kau benci.

Ada yang ingin kukatakan padamu, hyung. Tapi maaf sebelumnya karena aku hanya mengatakannya melalui secarik kertas lusuh yang ada digenggamanmu saat ini.

 

Mengenai kejadian dua malam yang lalu, apa kau masih tetap pada pendirianmu untuk tidak mau memaafkanku, hyung ? Eoh.. Baiklah, biar kujelaskan dulu semuanya. Dan kuharap kau mau membacanya hingga selesai, hyung.

 

Sesungguhnya selama ini aku telah menyembunyikan banyak hal darimu. Kau ingat saat pertama kali kita bertemu di perpustakaan sekolah ? Saat itu aku hanyalah seorang seorang siswa baru yang masih sangat membutuhkan bantuan dan bimbingan seorang senior. Dan kebetulan aku menemuimu, sejak saat itulah aku meminta bantuanmu dan kita saling mengenal. Hari berikutnya aku menghampirimu yang sedang bersantai di kursi kecil samping perpustakaan. Aku melihatmu membawa bekal spaghetti dan kau bagikan kepadaku. Kau tahu ? Saat itu aku dalam keadaan sangat lapar, karena dari rumah tak sedikitpun makanan yang masuk kedalam perutku. Aku ikut senang saat kau bilang ‘aku senang melihatmu makan selahap ini’. Tapi sesaat kemudian wajahku tampak tak bersemangat. Saat kau tanya mengapa, aku hanya mengalihkan pembicaraan pertanda aku baik-baik saja. Dan, jika kau tahu kenapa, itu karena tiba-tiba aku merasa sedih. Aku teringat pada ibuku. Aku berandai kalau saja yang mengatakan ‘aku senang melihatmu makan selahap ini’ padaku itu adalah ibuku, aku pasti akan merasa lebih senang.

 

-Kyung Soo terdiam. Menampakkan semburat bingung diwajahnya atas isi surat Jong In. Kemudian melanjutkan untuk membaca surat tersebut.-

 

Kau tahu kenapa aku jadi lebih sering mendekatimu dan memintamu memasak untukku saat itu, hyung ? Itu karena aku menyukaimu. Aku menyukai perhatian yang kau berikan padaku sebagai seorang teman. Bahkan aku pernah bilang kalau aku mencintaimu, kan. Aku merasa nyaman setiap kali berada didekatmu. Aku juga takut jika harus kehilangan dirimu serta perhatian darimu, hyung. Sampai-sampai aku merasa begitu dendam saat melihat Sehun berusaha mendekatimu.

 

Aku sudah tak pernah mendapat perhatian dari ibuku lagi. Perhatian yang kau berikan melabihi perhatian dari ibuku. Dan, itulah mengapa aku juga selalu mengaggapmu sebagai kakakku sendiri.

 

Semuanya berubah begitu saja, keluargaku hancur akibat ulah ibuku. Saat itu ibuku membawa pria lain kerumah. Ketika ayahku melihat, terjadi pertengkaran hebat dirumah. Perkelahian antara ayah dan ibuku terus berlanjut. Ayahku menampar ibuku, aku tak kuat menyaksikan semua itu, bahkan aku sempat termakan emosi. Namun aku tak dapat melampiaskan emosiku pada mereka, sejak saat itulah emosiku kulampiaskan pada orang-orang yang mencoba mencari masalah denganku ataupun denganmu, hyung.
Setiap selesai dari perdebatan keduanya langsung pergi entah kemana. Meninggalkanku dirumah, dan seperti tak menganggap kehadiranku. Ibuku tak pernah lagi memasak untukku, begitu pula ayahku yang tak pernah lagi meninggalkan uang sepeser pun padaku. Setiap kali aku merasa lapar, yang kulakukan hanyalah terus menahan rasa lapar itu. Jika aku benar-benar tak kuat menahan laparku itu, aku akan pergi kerumahmu. Tapi aku juga tak bisa terus-terusan merepotkanmu, hyung.
-Kyung Soo tercekat. Manik matanya memanas. Hatinya merasa sedikit pilu. Terlintas dipikirannya saat ia menolak untuk membuatkan masakan pada Jong In. Kembali ia teruskan membaca surat Jong In –
Saat aku mendengar perkataanmu pada Sehun untuk memintanya menjauhkanku darimu, aku sangat terluka, hyung. Tujuanku kerumahmu malam itu karena aku benar-benar tak kuat berada dirumah. Ayahku juga melakukan tindakan konyol sama seperti yang dilakukan ibuku, membawa wanita lain kerumah. Perasaanku benar-benar hancur.
Eoh, ada yang ingin kukatakan lagi padamu, hyung. Dan mungkin ini perkataan terakhirku.
Malam sepulang dari aku mencoba menghabisi Sehun, aku merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutku. Aku memutuskan untuk memberanikan diri pergi ke dokter. Dan, saat itu dokter memfonisku terkena ‘Maag Kronis’. Dokter juga bilang kecil kemungkinanku untuk bisa segera sembuh, dan mungkin juga membutuhkan biaya yang cukup banyak. Kau tahu, kan, hyung, aku tak mungkin sanggup untuk menghadapi semua itu. Jadi, aku memutuskan untuk pergi. Pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi untuk berada disampingmu. Jadi, kumohon untuk yang terakhir kalinya maafkan aku, hyung. Sampaikan permintaan maafku pada Sehun juga. Aku benar-benar mengharapkan kata maaf itu demi ketenanganku, hyung.
Dan, aku benar-benar berterima kasih atas kebahagiaan yang pernah kurasakan saat bersamamu dulu, hyung. Sungguh aku sangat berterima kasih.
Adikmu,
Kim Jong In
Setetes air mata berhasil berlinang dipipi Kyung Soo. Perasaan bersalah dan menyesal turut meraut diwajahnya.
“Kenapa kau membohongiku, Jong In ? Kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku ? Hikss.. Jong In, aku yang seharusnya meminta maaf padamu.” Rintih Kyung Soo.
“Hyung..“ Sahut Sehun sembari merengkuh tubuh mungil Kyung Soo kedalam pelukannya.
Kyung Soo terisak. Menyesali perlakuannya terhadap Jong In,  adik yang sesungguhnya juga sangat ia sayangi.

-EnD-

 

—oOo—

 

 

*Ngahahaha. Akhirnya end juga FF tergaje se-EXO Planet ini -,- … Ada readers yang mabok ? Ah, itu wajar. Itulah salah satu efek samping dari membaca FF saya ini. Eits, gitu-gitu saya butuh eR,Ci,El = R.C.L, loh xD .. Resiko oneshoot pasti alurnya kecepatan :p .. Udah ah cape ching chong (?) mulu -_-‘ .. pai readers keceh *hebring 😀 *Sungkem.

Iklan

Satu pemikiran pada “CARELESS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s