One Days #2 [ 2/3 ]

One Days

 

Title : One Days
Cast : Kim Taeyeon | Oh Sehun
Other Cast : Kim Jong in [ Kai ]
Genre : sad [ gagal -_- ]
Rate : semua umur kecuali bayi dan balita 😀
Author : Devin Soo94

Bisakah Aku Meminta Cinta Padamu?
Apakah Terlalu Egois Bagi Seseorang Sepertiku Meminta Kasih Sayang Darimu?
Apakah Aku Tidak Pantas Untuk Mendapatkan Hal Itu?

jangan lupa comment arraseo…. jangan jadi silent reader….
^_^

happy reading

____________________________________________________________

“ sehun , ada apa denganmu “

tak ada sahutan , wajah sehun pucat pasi dan tubuhnya juga basah kuyub
“ sehun bangun , apa yang terjadi “ taeyeon bingung dengan tergesa – gesa taeyeon mengambil ponselnya dan menelfon ambulan
####

taeyeon berjalan mondar – mandir di depan ruang operasi , kedua orang tua sehun masih belum datang sedangkan kedua orang tua taeyeon sendiri sudah tiba lima belas menit yang lalu , sudah 2 jam sehun menjalani operasi tapi sampai sekarang belum ada tanda – tanda pintu terbuka

“ sebenarnya apa yang terjadi dengan sehun, kenapa suamimu bisa seperti itu? “ taeyeon menggeleng sedih ia sendiri juga tak tahu bagaimana sehun bisa terluka seperti itu
“ bagaimana bisa kau tidak tahu hah, kau ini istrinya “
“ ibu maafkan aku “ taeyeon menunduk ia sangat menyesal, ia sangat menyesal dengan ketidak tahuannya
“ ah sudahlah, kita tunggu dulu sampai keluarga oh datang ”
Sreekk
suara gesekan pintu mengalihkan taeyeon dari kegelisahannya, seorang dokter yang masih lengkap dengan alat – alat medis keluar dari dalam ruang operasi
“ keluarga oh sehun”
“ ne “

taeyeon berhambur kearah sang dokter, dari yang taeyeon lihat pasti operasi ini sangatlah sulit terlihat bagaimana banyaknya darah yang menempel pada jas operasi sang dokter . taeyeon menelan salivanya gugup, apakah operasinya gagal ? atau operasinya berhasil?

“ luka tusukan pada perut tuan oh sehun cukup parah, namun masih dapat di tangani , untungnya anda segera membawa oh sehun ke rumah sakit, terlambat sedikit saja mungkin nyawanya dapat terancam “ terang sang dokter

taeyeon yang mendengar kabar baik dapat bernafas dengan lega, “ apa kami bisa menjenguknya sekarang dokter ?”

“ tentu boleh tapi saya sarankan jangan terlalu banyak yang mengunjungi pasien sebab kondisinya masih belum stabil”
“ taeyeon kau lihat saja dulu suamimu, ibu akan menunggu kedua orang tua sehun disini”
“ benar sebaiknya anda masuk terlebih dahulu, kehadiran anda mungkin dapat membantu pemulihan pasien “ sahut sang dokter
taeyeon mengangguk lalu membungkukkan badan sebelum akhirnya ia masuk kedalam ruangan sehun.

udara dingin terasa menusuk ketika taeyeon baru memasuki ruangan sehun, di atas ranjang sehun masih terbaring dengan perban di bagian perut , suara detak jantungnya terlihat naik turun di layar monitor taeyeon mendekati sehun , ia menggenggam tangan sehun yang terasa dingin, matanya yang sayu kembali meneteskan bulir – bulir air mata
“ sehun “
melihat sehun yang terbaring sakit seperti ini membuat hatinya terluka, sehun memang tidak pernah menganggap kehadirannya tapi bagaimanapun sehun tetaplah suaminya, sebagai seorang istri ia wajib dan harus selalu merawatnya. Tentu sehun pasti tak menginginkan kehadirannya tapi..!!
sekali ini saja biarkan ia menemani sehun , ia ingin saat sehun terbangun nanti yang pertama kali dilihat sehun adalah dirinya, istri yang tak pernah ia cintai.
#####
Flash Back
09 Maret 2013

taeyeon melangkahkan kaki – kaki kurusnya di sekitar trotoar jalan, kedua tangannya menenteng kantong – kantong belanjaan, persediaan di rumah telah habis jadi taeyeon memutuskan untuk berbelanja bahan – bahan makanan untuk seminggu kedepan, jalan demi jalan ia lalui dengan alunan musik dari earphone , belakangan ini taeyeon memang sangat suka mendengarkan musik lewat earphone , entah kenapa saat mendengarkan musik hatinya terasa tenang
taeyeon tersenyum saat melewati sebuah toko kue, di etalase terpajang sebuah kue tart yang cukup besar dengan tulisan happy birthday di tengah – tengah, dengan cream putih dan pink di kedua sisi , Nampak sangat manis dan terkesan lembut

taeyeon tersenyum miris, hari ini adalah hari kelahirannya , hari dimana untuk pertama kalinya ia menghirup udara, merasakan hangat dan lembutnya sentuhan seorang ibu, menangis dan merasakan nikmatnya ASI .
taeyeon menyeka bulir – bulir air matanya
tak terasa ia sudah berumur 23 tahun, umur yang sudah terhitung cukup dewasa untuk menjalani kehidupan sendiri.
di usia ke 23 ia sudah berstatus sebagai seorang ‘istri’ tentu ini adalah hal pertama dalam hidupnya , kemarin dia hanyalah gadis yang ‘suka’ sekali bersenang – senang , hanya memikirkan kehidupan sendiri , perawatan , belanja dan lain sebagainya , tapi—

sekarang ia sudah berbeda

setelah menikah tentu ia tak mungkin melakukan semua hal itu , itu hanyalah akan membuang uang secara cuma – cuma , apalagi sekarang kebutuhan hidup sudah bukan ditanggung oleh kedua orang tua lagi, melainkan sang suami, yang bekerja keras dari pagi hingga larut malam tentu sebagai seorang istri kita tidak mungkin membuang – buang uang hasil jerih payahnya bukan? Walau tak semua istri bisa memahami hal itu , tapi sesenang – senangnya taeyeon akan hal ‘duniawi’ ia masih tahu dan paham akan tugas dan kewajiban sebagai seorang istri.
taeyeon kembali menyeka air matanya, ia sudah terlalu lama berada di luar, terlalu lama berada di udara dingin bisa membuatnya beku. Buru – buru taeyeon melesat pergi, sehun pasti sedang menunggu makan malam.

#Skip

taeyeon sudah sampai di depan apartemennya, ia meletakkan kantung belanjaannya di lantai, lalu menekan password rumahnya, bunyi BIP terdengar , taeyeon mengambil kantong belanjaannya lalu segera masuk kedalam.

GELAP

taeyeon mengernyit kenapa apartemennya segelap ini?
apa mati lampu?
atau ia lupa membayar tagihan listrik?

taeyeon mencari tombol lampu begitu ketemu ia langsung menekannya dan
“ SAENGIL CHUKKAHAMNIDA……….”
taeyeon terperanjat kaget , hampir saja kantung – kantung belanjaannya ia lempar

“ astaga “

taeyeon menutup mulutnya tak percaya, sekarang di dalam apartemennya ada kedua orang tuanya, kedua mertuanya dan sehun suaminya
dan yang lebih membuatnya tak percaya adalah sehun sedang tersenyum hangat padanya dengan kedua tangannya yang membawa kue tart dengan lilin berbentuk angka 23 diatasnya

“ sehun “
“ saengil chukkae sayang “

taeyeon merasakan kedua kakinya gemetar , ini adalah hal pertama baginya sehun mengucapkan kata ‘sayang’ selama ia tinggal bersama,
apakah ini mimpi?
taeyeon memukul kedua pipinya untuk memastikan jika ini bukanlah mimpi, dan benar !
ia tidak sedang bermimpi
sehun memang mengatakan SAYANG

“ ayo sayang buatlah permintaan ”

taeyeon mengangguk , lidahnya terlalu kaku walau hanya untuk mengucapkan ‘iya’
satu kalimat yang terlintas dalam otaknya “ semoga kebahagiaan ini tak akan pernah berakhir “ hanya satu kalimat yang tidak terlalu panjang dan tak terlalu menuntut, hanya kebahagiaan seperti inilah yang ia minta tidak ada yang lain, bersama suami dan keluarga besarnya ia ingin selalu ada kehangatan dan kasih sayang setiap harinya. tidak rumit bukan?

satu tiupan dan lilin itu mati, taeyeon menangis

terharu?
tentu saja

taeyeon memeluk sehun erat, menangis untuk menumpahkan kebahagiannya
keluarga besarnya dan suaminya ada disini bersamanya
dihari kelahirannya
taeyeon benar – benar tak sanggup mengatakan sepatah katapun, yang ia lakukan hanyalah menangis dan menangis

“ sudah taeyeon, kau ingin membuat suamimu basah kuyub dengan air mata “ gurau nyonya oh

taeyeon mengangguk lalu melepaskan pelukannya , ia memandang sehun menatap kedalam manik kecoklatan sehun,
dan tak pernah taeyeon duga jika senyuman hangat tersaji di wajah tampan suaminya itu. Demi apapun
taeyeon sangat bahagia hari ini,
tuhan……………
terimakasih telah memberikanku kebahagiaan , seberapa kalipun aku mengucapkan ‘terimakasih’ itu tak akan sanggup untuk membayar semua apa yang telah kau berikan padaku , aku selalu menerima apapun garis yang kau takdirkan dan aku tahu jika selama ini aku hanya perlu bersabar menunggu dan menunggu saat waktunya tiba, dan sekarang adalah waktunya
menikmati kebahagiaan di antara riuhnya permasalahan dan mengambil hasil dari buah kesabaran
sungguh sangat indah…………

#SKIP

taeyeon , sehun dan kedua orang tua mereka masing – masing kini tengah menikmati makan malam bersama, setelah pesta kecil – kecilan tadi membuat mereka semua lapar , dan taeyeon dengan sukarela membuatkan omelet untuk masing – masing orang.
sendok dan piring saling beradu , tak ada yang bicara mereka semua seolah hanyut akan kelezatan omelet buatan taeyeon.

“ ini sangat enak sekali, ternyata kita tidak salah memilih menantu “ nyonya oh memuji taeyeon setelah satu piring omeletnya kandas

sedangkan nyonya kim mengangguk mengiyakan , “ eomma terlalu berlebihan, ini hanya telur “ sahut taeyeon merendah
“ tapi sungguh , ini sangat enak bahkan eommamu ini saja tidak bisa membuat omelet seenak ini “ timpal nyonya kim
taeyeon tersenyum malu mendengar masakannya di puji membuatnya senang sekaligus bangga.

“ ehm taeyeon , apakah kau sudah mengandung?”
“ uhuk uhuk uhuk “ taeyeon yang tengah minum terkejut mendengar pertanyaan spontan dari ibu mertuanya
“ eomma pertanyaan macam apa itu “ sehun yang sedari tadi hanya diam kini membalas pertanyaan eommanya dengan kesal.
“ kenapa? bukankah itu hal yang wajar”
sehun berdecak ia kemudian berdiri dan meninggalkan meja makan begitu saja
taeyeon dan yang lain hanya memandang kepergian sehun dengan pandangan heran.

####

malam sudah semakin gelap taeyeon yang terlingkup di balik selimut tengah tertidur dengan gusar, matanya masih tegar tak ada rasa mengantuk sedikitpun, hanya sesekali tubuhnya yang berpindah posisi.
dentuman jam sudah berbunyi menandakan lewat tengah malam, namun masih sama tak ada tanda – tanda taeyeon akan tertidur.
dengan kesal taeyeon menendang selimutnya hingga terjatuh ke lantai

“ kenapa disaat seperti ini insomniaku kambuh “ gerutu taeyeon
“ kau belum tidur “

taeyeon menoleh dan ternyata sehun suaminya tengah berdiri dengan tubuhnya yang bersandar di ambang pintu

sehun?
sehun suaminya ?
apakah ini mimpi?
sehun benar – benar datang kekamarnya?

“ yang tadi itu jangan kau anggap serius, ibuku memang seperti itu jadi jangan menganggapnya penting “
“ ah yang itu—”
“ kau tahu bukan jika setiap mertua akan selalu menginginkan seorang cucu dari menantunya”
“dan kau tenang saja itu tidak akan terjadi diantara kita” tambahnya lagi

taeyeon masih tidak mengerti, apa yang dimaksud sehun , “ tidak akan terjadi” apa makna dari kalimat itu, apakah sehun secara terang – terangan tidak ingin memiliki anak darinya?

“ dan tentang sikapku tadi, itu lupakan saja, aku hanya tidak ingin dicap sebagai seorang menantu yang tidak tahu diri “

taeyeon terdiam, otaknya bekerja lebih keras kalimat sehun yang terakhir telah membuatnya tak percaya, padahal baru tadi sehun memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’ dan tersenyum hangat untuk pertama kalinya tapi dalam hitungan jam sikapnya sudah berbalik 180 derajat

“ jadi jangan terlalu gembira , mengerti “

taeyeon masih tak mampu bicara , lidahnya terasa keluh hanya matanya saja yang menunjukkan kekecewaan yang begitu dalam, dengan menahan bendungan air mata ia memandang kepergian sehun ..
rasa kecewa, malu dan terhina berkumpul menjadi satu, ini sangat menyakitkan , sebagai seorang perempuan tentu ini sangatlah berat, ia sudah tak mampu menahannya lagi,dan ia sudah tak mampu memikul beban seberat ini, ia ingin menyerah !

Flash Back Off
####

taeyeon kembali menangis saat mengingat hal itu, mengingat senyuman hangat suaminya untuk pertama kalinya , mendengar suara beratnya memanggilnya ‘sayang’ , taeyeon sangat ingin melihat dan mendengar itu sekali lagi.
sekali lagi saja tidak lebih….

“ sehun bangunlah , sampai kapan kau akan tertidur? Apa kau tidak ingin memarahiku? Apa kau tidak ingin menghinaku? Sudah lama kau tidak memakiku bukan? Apa kau tidak merasa rindu? “
taeyeon kembali terisak
“ ayo sehun bangunlah”

TIIIIIIIIIIITTTTTT

suara jantung sehun dilayar monitor terdengar sangat nyaring , taeyeon yang melihat tanda – tanda kehidupan sehun mulai menghilang akhirnya berteriak meminta tolong
beberapa perawat dan dokterpun berhambur memeriksa sehun

“ tolong anda keluar sebentar “ seorang perawat menyuruh taeyeon untuk keluar
“ tapi “
“ tolong anda keluar biar dokter yang menangani suami anda”

taeyeon sebenarnya tidak ingin keluar , ia ingin menemani sehun tapi apa yang bisa ia lakukan , sekarang sehun tengah berjuang diantara hidup dan mati , taeyeon tidak punya pilihan ia harus menunggu , di luar sana di balik pintu kaca yang tertutup gorden, menunggu dengan gusar dan menanti kabar selanjutnya, seperti itu.
seperti beberapa menit yang lalu
sebelum keluar taeyeon sempat melihat bagaimana alat pendeteksi jantung sehun menunjukkan garis lurus hanya ada beberapa lengkungan keatas , wajah sehun juga tampak semakin pucat dan setelahnya taeyeon sudah tak bisa melihatnya lagi, pintu sudah tertutup rapat dan taeyeon sekarang berada di luar

“ taeyeon apa yang terjadi?”
taeyeon hanya menangis ia terjatuh hingga terduduk di lantai “ taeyeon “
“ eomma sehun , sehun dia “
“ ada apa sayang, kenapa dengan sehun?”
“ sehun eomma sehun “
lagi dan lagi air mata membanjiri wajah taeyeon, sudah tak terhitung berapa kali ia menangis, matanya sudah sangat memerah
“ sudah sudah kita tunggu saja dulu ya sayang , sehun pasti baik – baik saja “
******
taeyeon sudah mulai tenang tidak seperti beberapa menit yang lalu, kini ia tengah bersandar di bahu eommanya
“ sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?”
taeyeon menggeleng “ tidak ada apa – apa eomma”
“ jangan berbohong, tadi eomma mendengar kamu mengatakan sesuatu di dalam “
taeyeon bangkit , matanya melebar dengan sempurna “ eomma “
“ katakan yang sejujurnya, apa sebenarnya yang terjadi”
taeyeon terdiam cukup lama, mungkinkah sekarang saatnya ia menceritakan semuanya? Mungkinkah sekarang waktu yang tepat untuk menjelaskan tentang semua problematikanya?
tapi…..
jika ia mengatakannya sekarang , pasti akan berdampak sangat buruk.
perceraian
penarikan saham
malu
dan lain sebagainya, bisa – bisa keluarga sehun dalam krisis jika sampai ia mengatakan yang sebenarnya. Tapi sampai kapan ia harus hidup seperti pengemis, meminta cinta kepada orang yang sama sekali tak pernah menganggapnya ada
taeyeon benar – benar bingung.
“ katakan sekarang taeyeon, katakan semua yang ingin kau katakan, jangan di pendam itu akan melukai diri sendiri “
taeyeon menghela nafas panjang, mungkin ini memang sudah saatnya
“ eomma ……………”

TBC

Iklan

2 pemikiran pada “One Days #2 [ 2/3 ]

  1. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…..#jeda #mauminum
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    what the……… SEHUN kau knp nak………..O_O #pinjemmatado #lirikdo #ditabokdo
    Wahhhhhhhh……. Eonn itu TBCnya nggk tpat bnget dh sru”nya tuhhhhh……
    uhhhhhhh…… #redersngamuk
    Eonnn……Eonn…….EonnIeee……… sbhjjbjshjs$&$%
    jangan buat Sehun oppa mati yahhhhh………….. plissssssss…… #puppyeyes
    kn KASIHAN Tae eonnienya,-,
    ini hnya smpe part 3 yah….. T_T
    Okeeeeeeee……. di tunggu part 3 nya…. ^_^
    FIGHTING!!

  2. #ini apaan…………..!!!!!
    ebusyeett
    O.O

    hahahahaha gimana ya.. mati apa kagak ya???
    wkwkwkwkwk
    iya chapter terakhir pasti segera di post…………………………..
    terimakasih sudah comment 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s